Articles by "HARUN YAHYA"

Tampilkan postingan dengan label HARUN YAHYA. Tampilkan semua postingan

Maryam adalah sosok panutan semua Muslimah karena mempertahankan karakternya tanpa cela di sepanjang hidupnya. Allah membesarkannya bagai tanaman yang indah, untuk memberikan ekspresi Al Quran, dan memberikannya tanggung jawab yang sangat penting. Allah memilihnya, sama seperti Dia memilih keluarga Imran, menjadikan Maryam salah satu orang dalam garis keturunan orang-orang yang paling saleh dan setia, dan ia dibesarkan oleh orang-orang saleh ini.

Lalu Allah memberikannya karakter Nabi terpilih dan mulia dengan mempercayakan pendidikannya pada Nabi Zakaria (as). Saat Maryam beranjak dewasa, Allah mulai menunjukkan mukjizat-Nya, dan dia melihat dengan jelas anugrah, perlindungan, dan rahmat-Nya atas dirinya. Salah satu contoh dukungan dan anugrah dari Allah untuk dirinya adalah dia selalu menemukan makanan di altar setiap kali dia berdoa kepada-Nya. Selanjutnya, Allah memperkenalkan kepadanya Malaikat Jibril yang memberitahukannya tentang rahmat Allah padanya dengan kata-katanya sendiri.

Maryam menunjukkan ketaatan dan kesetiaannya yang sungguh-sungguh kepada Allah melalui kebajikan dan tingkah lakunya yang tanpa cela. Dia juga mengekspresikan ketaatannya yang dalam dan sungguh-sungguh kepadaNya melalui tekad, pengabdian, dan kepasrahan penuh atas kehendak-Nya.

Sendiri di saat-saat yang sangat sulit adalah ujian berat baginya, karena tidak ada satu pun bantuan, dukungan, atau tuntunan untuknya. Biasanya, orang-orang yang kesepian menyerah pada ketidakberdayaan dan kesedihan. Namun tidak bagi Maryam, dia menyerahkan semua harapan dan keyakinannya hanya pada Allah.

Dia terus mencari bantuan-Nya dan tahu bahwa yang dia butuhkan hanyalah mematuhi perintah-Nya dan mengikuti petunjuk-Nya. Dia tidak pernah menyerah pada ketidakberdayaan dan depresi, seberapa sulit cobaan yang dialaminya, karena dia telah menyerahkan sepenuh hati kepada Allah dengan keyakinan bahwa Allah akan mengubah semua kesengsaraan menjadi kebaikan dan mengakhiri kesulitan dengan cara yang terbaik. Dan dengan segala kesulitan, Allah memberikannya solusi, mendukungnya dengan anugrah dan bantuan, serta mengubah semua kesulitan menjadi kebaikan dan keindahan.

Ketiadaan pengalaman juga merupakan aspek penting dalam ujian yang dihadapinya. Dia hamil dan melahirkan anaknya seorang diri. Benar-benar sendiri dan tidak tahu harus berbuat apa, dia melawan pesimisme dan menunjukkan kekuatan, tekad, dan ketabahan yang besar. Selain itu, dia memiliki karakteristik ketenangan dari mereka yang tahu bahwa Allah mendukung mereka dengan anugrah yang paling sempurna, sehingga Allah meringankan bebannya dan membantunya menuju keberhasilan.

Tanda lain karakter mulia Maryam adalah kesabaran yang dia tunjukkan ketika menjalani tanggung jawabnya yang begitu berat. Orang-orang kafir di sekelilingnya menguji kesabarannya dengan menggagalkan pemahaman atas posisi tinggi dan terhormatnya, dan memandangnya berdasarkan pengetahuan yang menyesatkan, menuduhnya atas perbuatan yang tidak pernah dilakukannya. Di sini juga, dia menunjukkan kesabaran dan keyakinan penuhnya pada Allah. Dia tidak berkompromi dengan kekuatan, tekad, dan integritasnya. Dia mengetahui dengan baik bahwa Allah mengendalikan segalanya dan akhirnya membuktikan bahwa dia tidak bersalah.
Ciri karakter lain yang terlihat adalah ia tidak berminat untuk memenangkan penerimaan orang. Dia memasrahkan kepada Allah dengan keyakinan yang murni, dan karenanya tidak terpengaruh oleh tuduhan dan komentar mereka. Memberinya keyakinan dan ketaatan, segala usaha yang dilakukannya adalah untuk berperilaku dalam cara yang akan mendatangkan keridaan Allah. Sebagai hasilnya, Allah menganugrahinya dengan rahmat.

Ada dua cara untuk menyampaikan karakter baik seseorang kepada orang lain: melalui kata-kata, dan melalui perilaku moral. Cara kedua lebih efektif dan bernilai, karena ini merupakan cara yang sesungguhnya dan tidak dapat ditiru. Kehidupan dan tingkah laku seseorang dapat mencerminkan keyakinan seseorang hanya jika ini benar-benar hidup di dalam hatinya.

Maryam menunjukkan moralitas mulia ini dan menjadi panutan serta ajakan hidup untuk beragama melalui keyakinan, tingkah laku dan karakternya. Panggilannya yang sungguh-sungguh adalah jawaban dalam kemungkinan cara terbaik, kehendak Allah. Keyakinan orang-orang beriman terus mendalam karena mereka mengikuti Maryam sebagai contoh dan mencoba untuk meniru karakternya.

BAGAIMANA MASYARAKAT KAFIR MEMANDANG WANITA
Semua pengetahuan penting untuk hidup di dunia yang akan mendatangkan keridaan Allah terkandung di Al Quran: hakikat kehidupan di Dunia, mengapa manusia diciptakan, cara mendapatkan kehidupan yang berkecukupan, dan system moralitas yang paling sesuai. Orang-orang yang beriman pada kebenaran ini dan hidup sesuai dengan Al Quran akan menemukan kebahagiaan yang sebenarnya di dunia dan di Akhirat.

Namun, masyarakat kafir tidak memiliki kebenaran dan kekuatan yang sesungguhnya untuk membimbing mereka. Kenyataannya, mereka tidak tahu dari mana nilai mereka berasal, siapa yang menciptakan mereka, serta kapan dan mengapa mereka menjadi norma sosial masyarakat. Aturan ini, yang tidak dapat dipastikan namun dipakai oleh masyarakan secara keseluruhan, merupakan warisan dari nenek moyang mereka. Faktanya, semua nilai-nilai, idealisme, dan dasar sosial masyarakat kafir didasarkan pada tradisi, yang juga dikenal sebagai cara-cara nenek moyang. Setiap orang memiliki posisi tetap berdasarkan status sosial, jenis kelamin, keyakinan, keadaan, dan gaya hidup.

Posisi wanita ditentukan oleh kriteria tetap ini dan kepercayaan yang dominan. Dalam sebagian masyarakat, wanita dianggap memiliki jiwa yang lemah dibanding pria, hanya karena mereka lemah secara fisik. Secara mengejutkan, banyak orang benar-benar percaya kebohongan ini karena kesalahan dan ide yang jelas-jelas tidak masuk akal bahwa kepribadian, moralitas dan kemampuan wanita terbatas dalam proporsi langsung ke tubuh kurus.  Sebagai contoh, berbagai kegiatan diklasifikasikan sebagai pekerjaan pria atau pekerjaan wanita. Jelas, perbedaan kekuatan dan bentuk fisik mereka sedikit berdampak pada tugas yang mereka kerjakan. Namun dalam masyarakat kafir, pembedaan ini didasarkan pada kefanatikan tertentu yang mereka anggap kelemahan dalam intelektual dan bakat.

Wanita modern, melalui kemampuan dan pencapaian mereka, telah membantah penyataan bias seperti itu dalam banyak hal. Meskipun demikian, sebagian masyarakat masing menganggap wanita tidak kompeten dalam beberapa hal atau kepercayaan bahwa laki-laki, hanya karena mereka laki-laki, dapat melakukan pekerjaan dengan lebih baik.

Banyak orang juga keliru meyakini bahwa wanita memiliki karakter yang lemah dibandingkan pria. Dalam masyarakat kafir, mereka begitu saja menganggap bahwa wanita mudah panic dan kehilangan kendali, sedangkan pria selalu tetap santai dan tenang. Atau, dalam keadaan sukar, pria dikatakan menunjukkan karakter yang sangat kuat, sedangkan wanita menanggapinya dengan kepasrahan. Para gadis dikondisikan sesuai dengan anggapan ini sejak awal masa kanak-kanak. Keluarga, yang memberikan karakter kuat untuk anak laki-laki, mengondisikan anak perempuan dengan perlakuan karakter yang berbeda. Saat menghadapi masalah, anak laki-laki selalu diberitahu untuk tidak menangis, berperilaku layaknya seorang pria, jadilah pemberani, jangan jadi penakut seperti gadis kecil, kamu menangis seperti gadis kecil. Anak perempuan juga diberitahu bahwa mereka berbeda dari anak laki-laki dan juga mereka harus bersikap sesuai dengan itu.

Dalam masyarakat seperti itu, pekerjaan dan tanggung jawab perempuan terbatas di area tertentu. Sebagai akibat kefanatikan ini, kebanyakan masyarakat masih mendiskriminasikan perempuan. Pandangan terhadap perempuan yang menyesatkan telah terungkap dengan sendirinya dalam berbagai cara. Terutama di masa lalu, wanita mengalami perlakuan biadab. Misalnya, Allah mengungkapkan bahwa wanita dianggap sangat tidak berarti di beberapa masyarakat di mana ayah mereka mengubur mereka hidup-hidup segera setelah mereka lahir:

… dan apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya, karena dosa apakah dia dibunuh. (Surat at-Takwir: 8-9)

Dalam ayat lain, Allah berbicara kepada orang-orang yang marah setelah mengetahui bahwa anak mereka yang baru lahir adalah perempuan dan malu bersembunyi dari kaum mereka:

Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat marah. Ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)?. Ketahuilah, alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu! (Surat an-Nahl: 58-59)

Allah juga mengungkapkan bahwa orang-orang seperti itu mengganggap anak perempuannya menjadi barang cantik yang tidak mampu berdiri sendiri:

Padahal apabila salah seorang di antara mereka diberi kabar gembira dengan apa yang dijadikan sebagai misal bagi Allah Yang Maha Pemurah; jadilah mukanya hitam pekat sedang dia amat menahan sedih. “Dan apakah patut orang yang dibesarkan dalam keadaan berperhiasan sedang dia tidak dapat memberi alasan yang terang dalam pertengkaran!” (Surat az-Zukhruf: 17-18)

Melalui para Nabi-Nya, Allah mendidik orang-orang seperti itu tentang asal mula kesalahan pandangan prasangka ini. Terima kasih kepada para Nabi dan berkembangnya Islam di antara masyarakat, pandangan bodoh dan tercela ini telah benar-benar dikekang.

Allah mengingatkan manusia bahwa apapun yang mereka miliki datangnya dari Allah: "Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendakiatau Dia menganugerahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa) yang dikehendaki-Nya, dan Dia menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa." (Surat ash-Shura: 49-50). Anak-anak perempuan dan laki-laki adalah anugrah dari Allah yang harus disyukuri setiap orang.

Sepanjang sejarah, banyak masyarakat menerima sikap menyesatkan tersebut terhadap perempuan. Namun, kenyataan yang penting harus diabaikan: Sayangnya, moralitas, perilaku, dan kepribadian beberapa wanita membantu menyebarkan dan membenarkan tradisi bodoh ini dengan membuktikan bahwa ini benar.

Islam menyanggah pandangan fanatic ini dengan menyatakan bahwa semua Muslim, yang berarti laki-laki dan perempuan, memiliki ketajaman pikiran, kemampuan pemahaman yang tinggi, kekuatan karakter yang besar, dan akal bermoral yang mulia. Maryam dan istri Firaun merupakan contoh terbaik dari kebenaran ini.


Di laman-laman berikutnya, kita akan membahas secara singkat kebodohan yang mencegah perempuan terlepas dari tradisi yang merusak ini dan menerapkan moralitas keagamaan yang mulia, serta menunjukkan perbedaan karakter antara perempuan Muslimah dengan perempuan kafir.


OLEH HARUN YAHYA

Karakteristik-karakteristik apa yang dimiliki manusia Nendertal yang membuktikan bahwa mereka adalah ras manusia dengan kecerdasan dan budaya yang maju?
-          Bagaimana bentuk tampilan tubuh mereka yang membuktikan bahwa manusia Nendertal adalah ras manusia?
Manusia Nendertal (Homo neanderthalensis) adalah orang-orang yang muncul secara tiba-tiba di Eropa 100 ribu tahun lalu dan kemudian lenyap disekitar 35 ribu tahun yang lalu dengan begitu cepat secara diam-diam – layaknya berasimilasi menjadi ras-ras yang lain. Satu-satunya perbedaan mereka dengan manusia jaman sekarang adalah bentuk rangka tubuhnya yang lebih kokoh dengan kapasitas tengkoraknya yang sedikit lebih besar.
Kaum evolusionis menggambarkan manusia Nendertal sebagai manusi-kera, atau yang lebih sulit difahami lagi sebagai “rantai-yang-putus”. Penggambaran demikian ini digunakan untuk propaganda kaum evolusionis. Kaum ini membuat gambar-gambar khayalan mengenai kehidupan sehari-hari manusia Nendertal; beragam film animasi tentang mereka beserta penjelasannya oleh para ilmuwan evolusionis hakikatnya merupakan berita bohong belaka. Penelitian terkini menemukan bahwa manusia Nendertal adalah manusia biasa seperti kita. Ide bahwa manusia Nendertal adalah species primitif tidak ada pengkajian lebih jauh, semata penipuan evolusi dengan tujuan propaganda.
Kini para ilmuwan telah menerima bahwa manusia Nendertal adalah spesies manusia. Beberapa paleontropologis evolusionis lama beranggapan bahwa mereka adalah “spesies primitif”, namun temuan-temuan menunjukkan bahwa struktur manusia Nendertal tidak berbeda samasekali dengan manusia umumnya.
Perjalanan manusia Nendertal membuktikan bahwa mereka adalah manusia dengan tingkat kecerdasan dan budaya yang maju
Telah ditemukan bahwa manusia Nendertal memiliki pengetahuan maritim yang cukup maju untuk mengalahkan manusia masa kini di lautan. Kajian-kajian menunjukkan bahwa ras manusia yang telah punah ini adalah perenang yang handal dan telah menjelajahi laut Mediterania dengan perahu 100 ribu tahun yang lalu.
Peralatan yang digunakan manusia Nendertal ditemukan di kepulauan Aegean:Manusia Nendertal hidup di cekungan Mediterania 300.000 tahun yang lalu. Ini berdasarkan temuan alat yang terbuat dari batu yang disebut “mousterien” di Yunani juga di Lefkada, Kefalaonya dan di Zakinos yang merupakan kepulauan Aegean. (Teknologi mousterian mengeluarkan komponen pemecah dari batu yang telah diproses sebelumnya, serta menggunakan alat ini setelah dibentuk khusus.)
Peralatan yang dipakai manusia Nendertal yang ditemukan di daratan maupun di kepulauan dapat dijelaskan dengan dua kemungkinan; mungkin pada periode ini pulau-pulaunya belum berbentuk pulau, atau mereka menyebrangi lautan dengan suatu cara. Namun, kepulauan Aegean terpisah dari daratan asalnya jauh sebelum peralatan itu ada di pulau tersebut. Karenanya kemungkinan pertama tidak berlaku, dan mereka sampai ke pulau-pulau ini menggunakan perahu.
Lautnya sangat dalam pada jaman manusia Nendertal: Menurut penelitian, muka air laut saat ini berkurang 120 meter dari 100 ribu tahun yang lalu. Alasannya, sebagian airnya diselimuti bongkahan es. Dasar laut Yunani saat ini 300 meter dari permukaannya. Ini berarti bahwa kedalamn laut di wilayah itu sedikitnya 180 meter pada jaman manusia Nendertal.
Temuan-temuan ini menunjukkan bahwa manusia Nendertal memiliki budaya maritim berpuluh ribu tahun lamanya. Tadinya diduga bahwa manusia jaman ini melayari lautan terbuka ke Australia hanya dari 50 ribu tahun yang lalu. Sejarah maritim manusia Nendertal samasekali menghapuskan praduga ini.
Manusia Nendertal telah menjelajahi jarak yang sangat jauh: Perjalanan antara Yunani ke pulau-pulau itu hanya 5 hingga 12 km. Namun para ilmuwan menduga bahwa manusia Nendertal bergerak tidak sebatas itu. Pandangan seperti ini menguat dengan ditemukannya peralatan batu berusia 130 ribu thaun di Crete pada tahun 2008. Crete adalah pulau berusia 5 juta tahun dan berjarak 40 kilometer dari tetangga terdekatnya. Temuan-temuan ini menunjukkan bahwa manusia Nendertal mestinya telah melakukan perjalanan yang lebih menantang.
Perahu kayu, yang mungkin telah lama membusuk, digunakan untuk berlayar. Perahu Mediterania tertua yang dikenal adalah sebuah kanu tua berusia 7000 tahun yang ditemukan di Danau Bracciano di Italia. Para ilmuwan memperkirakan bahwa manusia Nendertal membuat kendaraan yang serupa dengan itu.
Ini merupakan Contoh Penipuan Darwinis bahwa Manusia Nendertal adalah Bukti Evolusi
Selama para ilmuwan terus menghidupkan teori evolusi, selama itu pula mereka berusaha mencari bukti-bukti palsu bagi keberadaan evolusi. Namun, kenyataan yang dikumpulkan dari ilmu paleontology, mikrobiologi, biologi molecular, biokimia dan genetika berpuluh-puluh tahun mehapuskan (rebutted) teori evolusi, dan membuktikan bahwa teori ini hanya legenda semata.
Sain modern telah membuktikan bahwa rancangan alam diciptakan oleh Yang Maha Kuasa Yang Maha Luas IlmuNya. Maha Perkasa, dan Maha Cerdas. Para evolusionis merasa putus asa dengan situasi ini. Namun, satu factor utama yang mengungkapkan dengan jelas pemalsuan evolusioner adalah temuan-temuan ilmiah yang menolak teori evolusi. Karena bidang-bidang sain tak memberikan satu buktipun terhadap teori mereka, para evolusionis berusaha membuat bukti-bukti ini dengan metode yang tidak ilmiah. Karenanya, mereka terus menghidupkan teori evolusi, sebagai penipuan ilmiah terbesar, denganpemalsuan-pemalsuan. Manusia Nendertal merupakan salah satunya. Meski demikian, sangat jelas bahwa setiap ikhtiar yang bertentangan dengan kebenaran, dengan penipuan dan metode-metode yang tak ilmiah, tak akan berhasil. Kebenaran ini diungkapkan dalam Qur’an sebagai:
Katakan: ‘Kebenaran telah datang dan kepalsuan telah lenyap. Kepalsuan sudah pasti lenyap.’ (Surat al-Isra: 81)
Manusia Nendertal telah berlayar sebelum awal pencatatan sejarah kelautan. Tidak seperti perkiraan sebelumnya, para ilmuwan yang melakukan kajian terhadapnya berpikir bahwa manusia yang hidup di jaman itu tidak memandang laut sebagai rintangan, namun memanfaatkannya sebagai jalan raya. Namun rincian dari pelayaran ini hilang dalam percaturan sejarah . . .
Manusia Nendertal mungkin bukan pelaut pertama. Peralatan batu berusia jutaan tahun ditemukan di kepulauan Flores, Indonesia. Ini menunjukkan bahwa Homo Erektus, spesies manusia lainnya, menyebrangi laut dan mencapai Pulau Flores jauh sebelum Manusia Nendertal. Hal ini menolak penipuan evolusionis bahwa kecerdasan manusia pertama belum sepenuhnya berkembang.
Temuan Ilmiah Menunjukkan Bahwa Manusia Nendertal Merupakan Ras Manusia Tak Beda Dengan Kita Dari Segi Kecerdasan Maupun Budaya
Dalam sebuah gua terdapat banyak tubuh manusia Nendertal. Keadaan ini menunjukkan bahwa mnusia yang disebut “primitif” ini dikubur disana dengan sengaja. Banyaknya serbuk sari bunga di dalam gua menunjukkan bahwa mayat mereka dikubur beserta bunga-bunga. Adanya upacara penguburan menunjukkan bahwa manusia Nendertal itu berbudaya dan cerdas. Pada tahun 1998 tercatat bahwa 53% dari 345 laki-laki Nendertal ditemukan di 83 tempat terpisah dikubur secara istimewa.   (Answersingenesis.com: “Recovery of Neandertal mtDNA: An Evaluation”, Marvin Lubenow, http://www.answersingenesis.org/docs/ 4218tj_v12n1.asp#r14)
Manusia Nendertal pun mampu berbicara. Erik Trinkhaus, yang meneliti anatomi manusia Nendertal bertahun-tahun, membuat komentar berikut: “Perbandingan rinci antara tulang-tulang manusia Nendertal dan manusia modern menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan anatomi atau gerakan, pemakaian perkakas, tingkat kecerdasan, atau kemampuan berbicara.” (Erik Trinkaus, "Hard Times Among the Neanderthals", Natural History, vol 87, December 1978, hal. 10)
Salah satu bukti bahwa manusia Nendertal memiliki tingkat budaya yang maju adalah ditemukannya fosil seruling yang dibuat manusia Nendertal. Seruling yang terbuat dari tulang paha beruang ini ditemukan di sebuah gua di Yugoslavia Utara oleh Ivan Turk pada bulan Juli 1995. Kemudian Bob Fink, seorang musikologis, menganalisa seruling tersebut. Fink memperkirakan bahwa alat musik ini berusia antara 43.000 hingga 67.000 tahun, dan dapat memiliki empat not dan mampu memberikan nada setengah maupun nada penuh.  Temuan ini menunjukkan bahwa manusia Nendertal menggunakan skala nada tujuh, yang merupakan bentuk dasar dari musik Barat. Fink, yang memeriksa seruling ini, menunjukkan bahwa “…jarak antara lubang ke-dua dan lubang ke-tiganya duakali jarak antara lubang ke-tiga dan ke-empat.” Ini berarti bahwa jarak yang pertama mewakili nada penuh dan jarak yang ke-dua mewakili nada setengah. Fink mengatakan “Ketiga not ini, tak disangkal lagi, memberikan bunyi dalam skala diatonik”. Beliau juga menyatakan bahwa manusia Nendertal merupakan orang-orang yang memiliki pendengaran dan pengetahuan terhadap musik. (The AAAS Science News Service, Neanderthals Lived Harmoniously, 3 April 1997).
Pada saat penggalian, ditemukan pula jarum untuk menjahit berusia 25 ribu tahun, yang digunakan oleh manusia Nendertal. Jarum tersebut dibuat dengan bagus dan memiliki lubang untuk memasukkan benang. (D. Johanson, B. Edgar, From Lucy to Language, hal. 99, 107.) Tentunya, orang-orang yang memiliki budaya berpakaian serta mengunakan jarum jahit tak dapat dikatakan sebagai manusia “primitive.”
Hasil riset terbaik mengenai kemampuan perkakas manusia Nendertal adalah karya Steven L. Kuhn dan Mary C. Stiner, dua orang profesor bidang antropologi dan arkeologi dari Universitas New Mexico. Meskipun keduanya mendukung teori evolusi, kedua ilmuwan ini, setelah melakukan riset dan analisis, menemukan bahwa manusia Nendertal yang hidup di gua-gua Itali Baratdaya ribuan tahun lalu melakukan aktivitas-aktivitas yang membutuhkan pola pikir yang rumit seperti manusia masa kini. (S. L. Kuhn, "Subsistence, Technology and Adaptive Variation in Middle Paleolithic Italy", American Anthropologist, vol 94, no. 2, 1992, hal. 309-310). Kuhn dan Stiner menemukan beragam perkakas di dalam gua-gua ini. Temuan-temuan tersebut, termasuk kepala-kepala tombak, berbentuk runcing dan tajam, dibuat dengan memahat lapisan-lapisan sisi balok rabuk dengan teliti. Cara seperti ini membutuhkan kecerdasan, kerajinan dan bakat khusus. Salah satu hal yang paling penting dalam proses ini adalah pecahan-pecahan yang terbentuk setelah penekanan pada ujung-ujung batu. Karenanya, orang yang melakukan proses tersebut harus memutuskan “Seberapa keras saya harus memukul?” untuk memberikan hasil yang dikehendaki. Atau jika dia hendak membuat alat yang melengkung, “Seberapa banyak saya harus membengkokannya?” dan melakukan sendiri perhitungan detilnya.
Sifat-sifar Fisik dari Manusia Nendertal Menunjukkan Bahwa Mereka Ras Manusia
Manusia Nendertal memasuki literatur sains dan imaginasi publik melalui fosil-fosil yang ditemukan di lembah Neander, dekat kota Dusseldorf, German pada tahun 1856. Tonjolan-tonjolan yang nampak di tengkorak dan tulang-tulang menyebabkan para evolusionis menilainya sebagai spesies primitif.
Pada tahun 1908, di wilayah yang dikenal sebagai La Chapelle-aux-Saints, Perancis, terdapat kerangka lengkap yang disebut sebagai manusia Nendertal. Tulang-tulangnya disusun ulang oleh ahli paleontolgi dan geologi saat itu yang bernama, Marcellin Boule. Specimen Manusia Nendertal hasil penyusunan kembali ini berpostur membungkuk dan dengan kepala maju kedepan. Juga, sendi-sendi kaki-kakinya mati sehingga posturnya tak bisa tegak.
Penampilan ini, dalam pikiran orang-orang, menjadikannya seolah manusia primitif. Mereka dipamerkan sebagai manusia-kera primitif dengan gambar-gambar palsu.
Ide palsu tentang manusia Nendertal ini telah berjalan selama 100 tahun. Pada tahun 1950, analisis pada kerangka yang disebut sebagai La Chapelle ini menunjukkan bahwa Manusia Nendertal ini ternyata mengalami infeksi persendian. Pada kenyataannya, dalam keadaan sehatnya dapat berjalan tegak sepenuhnya layaknya manusia normal.
Pada tahun 1985, kerangka yang sama dteliti oleh seorang ahli antropologi Erik Trinkhaus. Hasil penelitian memastikan bahwa manusia Nendertal dapat berjalan tegak, juga membuktikan sebuah kebenaran yang tetap menjadi rahasia hingga saat itu: Marcellin Boule sengaja menunjukkan manusia Nendertal dengan posisi membungkuk. (Trinkaus, Erik (1985) Pathology and posrue of the La Chapelle-aux-Saints Nendertal. American Journal of Physical ANTROPOLOGY Vol. 67 pp. 19-411) Infeksi persendian yang ditemukan pada tahun 1950-an itu tak menghalabgi manusia Nendertal untuk dapat berjalan tegak sepenuhnya; Boule, yang seorang evolusionis, tidak mau menerima bahwa manusia Nendertal mampu berjalan normal layakna manusia normal.
Disisi lain, ukuran tengkorak manusia Nendertal juga telah membuat para evolusionis kedalam dilema. Volume tengkorak (kapasitas kranial) manusia Nendertal adalah sekitar 1700 cc. Ini 200 cc lebih besar dari manusia sekarang. Keprimitivan spesies Nendertal, dengan tengkorak yang lebih besar dari Homo Sapiens, merupakan sebuaqh kontradiksi dalam teorinya. Kontradiksinya adalah sebagai berikut:
Volume otak manusia yang lebih besar dibanding otak simpanse menguntungkan teori evolusi yang membandingkan manusia dengan simpanse. Namun, volume otak manusia Nendertal yang lebih besar dibanding Homo Sapiens dinyatakan sebagai spesies “primitif” oleh para evolusionis.

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar tema oleh merrymoonmary. Diberdayakan oleh Blogger.