Articles by "SPIRITUAL"

Tampilkan postingan dengan label SPIRITUAL. Tampilkan semua postingan

SINGGASANA TUHAN.
Selamat pagi dan selamat dating sahabat hatiku kali ini saya ingin berbagi informasi dari sahabatku sendiri yg saya rasa bermanfaat untuk kit abaca khususnya jika anda suka atau cocok dengan selera anda yg hobi dan membaca tulisan atau artikel yg berhibungan denganhal hal Ketuhanan. Saya sendiri memang hobi karena saya sendiri sangat suka dan mencintai dengan hal2 yg benar dan sifatnya untuk kebenaran. Makanya pada postingan kali ini saya hanya menyalin saja apa yg sudah disiapkan oleh sahabat saya Cahaya gusti dalam mengembangkan visi dan misinya kepada khalayak islam unyuk berbagi. Baiklah sobat teruskan bacanya dan terima kasih atas kinjungannya.

Banyak orang mencari Allah, dengan berbagai cara dan mencari keluar kemana-mana, tetapi tidak ketemu, karena salah alamat. Bagi pejalan ruhani jika tidak tahu peta perjalanan ruhaniahnya, maka akan sangat membahayakan dan mudah terjebak oleh bujukan hawa nafsu dan rayuan Iblis yang penuh jebakan.
Padahal Allah sendiri Allah sendiri sudah menjawabnya dalam al-Qur’an.

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُواْ لِي وَلْيُؤْمِنُواْ بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat.(Q.S. Al-Baqarah (2) : 186)

وَهُوَ مَعَكُمۡ أَيۡنَ مَا كُنتُمۡ‌ۚ

Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada.(Q.S. Al-Hadiid: 4)
Jika alam semesta itu disebut Alam kabir yaitu Alam besar jagat raya, maka manusia itu adalah Alam Shogir, yaitu alam kecil, sebagai miniaturnya alam besar. Semua yang ada di alam kabir, maka akan berada di alam shogir. Untuk itu jika mencari Allah, carilah di dalam diri kita masing-masing.

Imam Ja’far Shodiq berkata: “Sesungguhnya hati seorang mukmin adalah ‘Arsy Allah.”
Juga dalam penjelasan yang lain disebutkan, “Langit dan bumi tidak mampu memuat-Ku, akan tetapi Aku termuat dalam diri hamba-Ku yang mukmin.” [Biharul Anwar, jilid 58, hal. 39.]
Pintu-Pintu Hati.
Dalam kajian tasawuf ada sebuah hadits qudsy yang menjelaskan tentang pintu-pintu hati, hadits ini di dalam kitab-kitab hadits tidak ada, adanya hanya dalam kaijan tasawuf, yaitu:

بنيت فى جوف ابن ادم قصرا وفى القصر صدرا وفى الصدر قلبا وفى القلب فؤادا وفى الفؤد شغافا وفى الشغاف لبا وفى اللب سرا وفى السر انا.

" Aku jadikan pada tubuh anak Adam (manusia) itu qasrun (istana), di situ ada sadrun (dada), di dalam dada itu ada qalbu (tempat bolak balik ingatan), di dalamnya ada lagi fu'ad (jujur ingatannya), di dalamnya pula ada syagaf (kerinduan), di dalamnya lagi ada lubbun (merasa terlalu rindu), dan di dalam lubbun ada sirrun (rahasia), sedangkan di dalam sirrun ada " Aku ".(Hadis Qudsi)

1.Pintu hati yang pertama adalah Shodr (Dada), merupakan hati terluar atau perbatasan antara hati dan dunia, tempat bertemunya hati dan diri rendah (hawa nafsu), Dada sebagai wilayah pertempuran utama antara kekuatan negatif dan positif dalam diri; jika kekuatan positif lebih kuat maka dada dipenuhi cahaya dan berada di bawah pengaruh jiwa ke-Tuhan-an.
Dinamakan Shodr karena dia adalah tempat terbitnya “Nurul Islam” (Cahaya Islam). Seperti firman Allah:

أَفَمَنْ شَرَحَ اللَّهُ صَدْرَهُ لِلْإِسْلَامِ فَهُوَ عَلَىٰ نُورٍ مِنْ رَبِّهِ ۚ فَوَيْلٌ لِلْقَاسِيَةِ قُلُوبُهُمْ مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ ۚ أُولَٰئِكَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ

“Maka apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk (menerima) agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang membatu hatinya)? Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata.” (az-Zumar: 22).
2.Pintu Hati kedua adalah Qolb (hati), disebut qolb karena sering berbolak-balik, maka jangan heran jika manusia sering plin-plan hati dan pikirannya. Hati yang seperti ini harus dikalahkan dan dibersihkan. Sehingga muncullah Cahaya Iman. Firman Allah:

أُولَئِكَ كَتَبَ فِي قُلُوبِهِمُ الْإِيمَانَ

“Mereka itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka.” [Qs. Al-Mujadillah: 22]

3. Pintu Hati yang ketiga disebut Fuad. Pusat kesadaran menyadari kehadiran Tuhan yakni tempat batin sanubari, disebabkan karena ia tempat terbitnya cahaya “Ma’rifat”. Firman Allah:

مَا كَذَبَ الْفُؤَادُ مَا رَأَىٰ

“Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya.” (Qs. an-Najm: 11).

4. Pintu Hati yang keempat adalah Syagof. karena tempat terbitnya cahaya “Mahabbah” (cinta). Rasa cinta kepada Allah, maka menjadikan dirinya lebur ke dalam Allah. Firman Allah:

قَدْ شَغَفَهَا حُبًّا

“Sesungguhnya cintanya kepada bujangnya itu sangat mendalam. ” (Yusuf: 30).
5. Pintu Hati yang kelima adalah Lubb, sebab dia tempat terbitnya “Tauhid” atau cahaya fana’ (meleburkan diri) kepada Allah. Firman Allah:

إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَذِكْرَىٰ لِأُولِي الْأَلْبَابِ

“Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal.” (az-Zumar: 21).
6. Pintu Hati yang ke enam adalah Sirr. Yaitu “Rahasia”, atau cahaya baqo’ dengan Allah. Sirr berisi rahasia-rahasia Tuhan dan terhubung langsung dengan-Nya. Sirr adalah inti dari segala inti yang mengandung rahasia dari segala rahasia. Firman Allah:

وَإِنْ تَجْهَرْ بِالْقَوْلِ فَإِنَّهُ يَعْلَمُ السِّرَّ وَأَخْفَى
“Dan jika kamu mengeraskan ucapanmu, maka sesungguhnya Dia mengetahui rahasia dan yang lebih tersembunyi. ” (Qs. Thoha: 7).

7. Pintu Hati yang ketujuh adalah AKU, yaitu tempat tajalli Aku, tempat rahasia-Ku, tempat mengenal Aku. “AKU meniupkan kepadanya ruh-Ku”, “AKU yang tak cukup ditampung oleh langit dan bumi, melainkan tertampung di dalam hati seorang beriman yang tulus”. Firman Allah:

إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي

“Sesungguhnya Aku ini adalah Allah.” (Qs. Thoha: 14).
Itulah hakekat manusia, semua rahasia Allah ditanamkan di dalam diri manusia, maka jika kita ingin mengenal Allah kajilah diri kita sendiri. Firman Allah dalam Hadis Qudsi:

الانسان سرى و انا يره.

“Manusia itu rahasia-Ku dan Aku pun rahasianya.”

مَنْ عَرَفَ نَفْسَهُ فَقَدْ عَرَفَ رَبَّهُ وَمَنْ عَرَفَ رَبَّهُ فَسَدَ جَسَدَهُ

“Barangsiapa yang mengenal dirinya, maka ia akan mengenal Tuhannya, dan barangsiapa yang mengenal Tuhannya maka binasalah (fana) dirinya.”
Cara Menuju Ke Singgasana Tuhan.

Lalu bagaimana caranya kita agar bisa sampai menuju ke singgasana Tuhan...? banyak sekali jalan cara kesana, banyak tradisi dan jalan yang mengajarkan untuk bisa sampai menuju Singgasana Tuhan. Salah satu caranya adalah sebagaimana yang digambarkan dalam ayat :

وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ 
“Dan kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.” (Qs. Qoff : 16 )
Di dalam leher manuisa terdapat tenggorokan, itulah jalannya nafas manusia, nafas adalah talinya jiwa (hati), nafas adalah simbol keberadaan ruh di dalam manusia. Maka dengan meditasi nafas yaitu merasakan keluar-masuknya nafas dengan kontinyu dan disiplin tinggi, maka kita akan bisa membuka pintu-pintu hati tersebut sampai menuju sang AKU.

Pintu-pintu hati itu adalah kondisi psikologi pejalan ruhani dalam menembus dimensi-dimensi hati dalam melawan hawa nafsu. Pintu-pintu hati di atas juga sangat berkaitan dengan tahapan tujuh nafsu dalam diri manusia.

“Peta-peta perjalanan ruhani itu sangat penting sekali, jika kita tidak memahami rambu-rambu dan peta nya, maka kita akan kesulitan dan kesasar dalam perjalanan ruhani.”



Sumber: Cahaya Gusti

MELATIH KESABARAN DENGAN CARA MEDITASI
Selamat pagi dan selamat datang sahabat Nusantara semoga kehadiran anda selalu dalam keadaan sehat walafiat dan dalam lindungan Tuhan Yang Maha kuasa. Baiklah sahabat pada kesempatan ini saya sengaja berbagi info dan pengetahuan serta pengalaman dari seseorang yg sudah cukup banyak di dunia Spiritual. Tulisan ini merupakan pengalaman dari sahabatku Cahaya gusti dan untuk menambah wawasan akhirnya kupindahkan disini agar disa menjadi bahan pendidikan buat saya peibadi yang sedang mencari jalan kebenaan melalui berbagi informasi dan pengetahuan secara luas, sahyabat juga bisa mengambil hikmah dari cerita tulisanku yg sudah kubuat sedmikian rupa melalui blogku yg sangat sederhana ini. 
Sahabatku yang saya cintai...........Dalam sebuah pengalamannya dari temanku ini beliaou menyampaikan pengalannya melalui media sosial bahwa ‘Tadi malam katanya ada sahabat Fb. yang datang dan Silaturrahmi kerumahnya, Menurut ceriutanya Dia itu seorang ustadz yang juga mengajar di sebuah pesantren terkenal di Banyuwangi jaraknya 15 km keselatan dari rumahnya. Kemudian Setelah kedatangannya secara basa basi sebentar lalu dia berkata, “ Kenapa ya kalau meditasi saya tidak betah sekali.”
“ Kamu kuat berapa menit...?” tanya sahabatku.

Diapun menjawab, “ dapat empat menit sudah tidak betah, rasanya di kepala dan wajah kayak ada hewan yang berjalan.”

“ Kamu lumayan kuat empat menit, saya dulu awal belajar baru 3 menit sudah tidak betah dan meloncat. Justru dari situ hatiku penasaran, dzikir puluhan ribu kali kuat dalam waktu lama, ini duduk diam meditasi kok malah tidak kuat. Akhirnya saya latih tiap hari, lama-lama menjadi biasa dan betah dalam meditasi.” Ujar sahabatku kepadanya.

Sepuluh menit kemudian sahabat saya berkata, “ Sekarang saya ajari meditasi nafas, silahkan ambil posisi duduk bersila, posisi tubuh tegak tapi santai dan rileks, lakukan seperti panduan yang telah saya berikan pada beberapa waktu yang sudah lalu.”

Setelah saya tuntun nafas keluar masuk lewat hidung beberapa saat, pikirannya menjadi tenang dan semakin hening. Lalu hati nuraninya saya buka dengan doa pembuka hati, kemudian kepalanya saya sentuh sambil saya bacakan beberapa doa cahaya lalu saya tinggal ke dapur membuat kopi dan saya suguhkan.
Sebelumnya setelah meditasi berlangsung 20 menit saya suruh menutup sesi meditasinya.

Kemudian sahabat sayapun bertanya, “ Gimana rasanya meditasi barusan...?”
Diapun menjawab, “ Kok beda ya mas, barusan rasanya enak adem dan tenang sekali, saya gak terasa apa-apa gak tahunya sudah 20 menit, biasanya 4 menit sudah tidak betah.”

“ Tadi waktu meditasi terasa apa yang keluar dari tubuhmu...?” tanya sahabtku.
Diapun menjawab, “ Waktu meditasi nafas tadi ada yang keluar dari tubuhku lewat kaki dengan merambat, itu apa mas...?”
“ Tadi waktu kusentuh kepalamu, ilmumu yang berasal dari kekuatan Jin luntur keluar, kekuatan itulah yang menyebabkan diri kamu sering marah sulit mengontrol emosimu, jika dibiarkan merusak hati dan ibadah. Silahkan diminum kopinya....” Jawabku.

Setelah dia minum kopi sayapun melanjutkan bicara, “ Untuk melengkapi meditasi nafas yang kamu kerjakan, nah sekarang sebaiknya kamu buka lagi Kitab Ikhya’ Ulumuddin karya Imam Ghozali kamu pelajari tiga bab saja, bab hati, bab wudhu’ dan bab sholat. Di situ Imam Ghozali telah memberikan panduan dan adab secara syareat dan hakekat. Jika meditasimu bagus, maka kualitas sholatmu juga semakin khusyu’ dan bagus, begitu juga prilaku kita semakin bagus.”

Tidak terasa waktu menunjukkan jam setengah dua belas malam, lalu sang tamu dari sahabatku tersebut mohon pamit, semoga pertemuan dan persahabatan menjadi barokah dunia akherat, dan meditasinya bisa bermanfaat.
Itulah sebuah kisah cerita intern soal Meditasi harapan saya semoga yg sudah saya tulis disinindapat menambah wawasan dalam menigkatkan spiritual kita sebagai seorang hamba dan byk mjengambil hikmah dibalik sebuah cerita ini.

Terima kasih dan selamat beraktifitas Sahabat hatiku semoga sukses selalu
Salam persatuan dan kesatuan ...........
Sahabat nusantara……..

Oleh: CAHAYA GUSTI


Mantiq Al-Tayr
Tujuh Tahapan Menuju Hakikat
Mantiq Al-Tayr (Musyawarah Burung) merupakan karya yang paling fenomenal dari Fariduddin Attar. Kitab itu berisi pengalaman spiritual yang pernah dilaluinya untuk mencari makna dan hakikat hidup. Attar menuangkan pengalamannya itu melalui sebuah cerita perjalanan sekawanan burung agar lebih mudah dimengerti.

Dengan gaya bertutur, kitab itu mengisahkan perjalanan sekawanan burung untuk mencari raja burung yang disebut sebagai Simurgh di puncak Gunung Kaf yang agung. Sebelum menempuh perjalanan berkumpulah segala burung di dunia untuk bermusyawarah. Tujuan mereka hanya satu yakni mencari raja.

Dalam perjalanan itu, para burung yang dipimpin oleh Hud-hud harus melalui tujuh lembah. Ribuan burung sedunia pun berangkat. Namun yang berhasil bertemu denga sang raja hanyalah 30 ekor saja.
Tujuh lembah yang dikisahkan dalam cerita itu melambangkan tingkatan-tingkatan keruhanian yang telah dilalui Attar selama berkelana mencari hakikat hidup. Ketujuh lembah yang harus ditempuh untuk dapat bertemu dengan Sang Khalik itu adalah :

Lembah pencarian
Inilah lembah pertama yang harus dilalui seorang pencari dalam menjalani kehidupan spiritualnya. Aneka ragam godaan duniawi akan menghampiri dan itu harus bisa ditaklukkan. Para pencari diharuskan berjuang dengan gigih untuk mendapatkan cahaya ilahi yang didambanya dengan menghilangkan hasrat-hasrat duniawinya. Hasrat duniawi ini jangan diartikan dengan meninggalkan dunia sepenuhnya

Lembah Cinta
Setelah melalui lembah pertama, sang pencari harus menemukan cinta sejati dalam dirinya untuk dapat menghalau tangan hitam akal yang menutupi ketajaman mata batin. Hanya dengan mata batinlah para pencari kebenaran ini dapat melihat realita apa adanya. Mata hati tidak dapat dibohongi. Dalam kecintaannya, seorang pencari haruslah memiliki kesudian untuk mengorbankan apa-apa darinya demi yang diharapkannya yang dicintanya. Keikhlasan dalam berkurban menunjukkan seberapa besar cintanya pada kekasihnya.

Lembah Kearifan
Dengan mata hati yang terbuka, seorang pencari dapat melihat jelas realita ciptaanNya. Dengan begitu kearifan akan menyertai kehidupannya. Jalan makrifat dapat dilalui dengan cara tata cara ibadah yang khusuk, dan latihan-latihan penempaan diri dalam. Tentu setelah melalui jalan cinta.

Lembah Kebebasan
Lembah ini merupakan tahapan yang harus dilalui para pencari yang sudah mampu menghilangkan nafsu untuk mendapatkan sesuatu dengan mudah atau dengan ikhtiar biasa. Dalam tingkatan ini kesibukan seorang pencari akan fokus pada hal-hal yang utama dan hakiki. Dia melihat segala seakan biasa, tanpa ada yang menakjubkan.

Lembah Keesaan Murni
Lembah keesaan murni sebuah lambang wujud, di mana dalam jagat raya ini hanya ada satu wujud yaitu wujud Tuhan.

Lembah Ketakjuban
Di lembah ini sang pencari akan mengalami ketakjuban luar biasa karena semua menjadi serba terbalik. Siang jadi malam, malam jadi siang, semuanya serba berubah.

Lembah ketiadaan
Inilah lembah terakhir dari sebuah pencarian. Ketika sampai pada level ini, sang pencari akan menemukan dirinya secara utuh. Yang ditemukannya hanyalah dirinya dan hakikat dirinya. Setelah tahap inipun sang pencari akan menemukan Simurgh yang tak lain adalah hakikat dirinya sendiri.

Semoga  bermanfaat

Oleh: Cahaya gusti





PIKIRAN ITU SEPERTI LAYANG-LAYANG.
Cerita kita untuk kali ini sedikit berbeda karena ini saya anggap sebagai selingan namun memiliki makna yg dalam juga sangat memberi manfaat buat pedoman hidup kita terutama dalam mengajarkan pada keluarga kita khususnya anak kita sebagai generasi penerus agar senantiasa ingat pada sang khalik dan juga setia pada atran Tuhan maupun Negara dan masyarakat.
Anak saya Zita Cahaya Gusti masih duduk di kelas tiga SD. Walaupun cewek tapi sangat suka sekali main layang-layang dengan saudara keponakan. Hari minggu kemarin layangannya dia terbang tinggi di angkasa. Lalu dia berteriak, “ Ayah lihat layanganku terbang tinggi....!.”
Sayapun menghampirinya dan bertanya, “ Yang mana layanganmu...?”
“ Itu yang putih ada ekornya yang panjang.” Jawabnya.
Lalu sayapun berkata, “ Zi.....! kamu tahu layanganmu yang terbang di atas itu...?”
“ Kenapa Yah, itukan layanganku. Jawab anakku.
Lalu saya menjelaskan, “ Zi.....layangan (layang-layang) yang terbang itu seperti pikiran/jiwa manusia, sedangkan benangnya seperti nafas kita. Jika layangan itu terbangnya tinggi, maka semakin tenang terbangnya, karena memperolah angin. apabila layangan itu tidak kita kendalikan, maka akan menyambit (nabrak) layangan lainnya. Bahkan layangan juga bisa putus dan jatuh jika tidak dikendalikan dengan baik.

Dengan meditasi/dzikir nafas maka sama halnya kita mengendalikan pikiran dan jiwa, semakin dalam dan panjang nafas dalam meditasi, maka membuat jiwa semakin dalam dan hening meditasinya. Semakin halus nafas meditasinya, semakin hening dan khusyu’ meditasinya.

Nafas adalah talinya jiwa dan pikiran,
dengan meditasi nafas, maka kita akan mengendalikan pikiran dan jiwa kita.
Jika pikiran dan jiwa tidak kendalikan, maka hidupnya akan kacau suka menabark aturan yang berlaku, bahkan banyak juga orang yang jiwanya rusak dan gila karena menghadapi problema kehidupan.”

Zita Cahaya Gusti menjawab, “ Berarti meditasi membuat kita jadi tenang dan bisa mengendalikan diri.”
Sayapun menjawab,” Ya benar, untuk itu mengapa ayah mengajarkan meditasi nafas kepadamu, sejak dini, agar kamu bisa mengendalikan jiwa dan pikiranmu.”
“ Ya Yah...” Jawab anakku sambil lari.
“ Mau kemana...?” tanyaku.
“ Ada layang-layang putus.” Jawabnya sambil mengejar layangan.

Dunia anak kecil sangat unik dan asik sekali, setiap bicara dengan anak-anak, mereka saya perlakukan seperti orang dewasa saya hormati dan disayang. Kadang walupun jiwa mereka belum dewasa dan belum bisa memahami ucapan dan nasehat yang saya berikan. Tapi saya yakin sekali, nasehat tersebut akan terekam dalam alam bawah sadarnya. Yang akan menjadi bibit-bibit sugesti jiwa kelak sudah dewasa.

“Didiklah anakmu sesuai dengan zamannya, Karena mereka hidup bukan di zamanmu”. (Imam Ali)





oleh: CAHAYA GUSTI

KITA SEMUA SAMA!
Tuhan Sang Maha Pencipta dan Yang Maha Kuasa pasti mampu menciptakan kita semua serupa!
Namun, kenapa kita diciptakan berbeda-beda???
Tuhan Yang Maha Baik menciptakan kita berbeda-beda tentu untuk maksud dan tujuan yang baik-demi kebaikan, agar kita satu sama lain saling mengisi dan melengkapi.

Siapapun diri kita, latar belakang apapun adalah sama di mata Tuhan, karena Tuhan Maha Adil.
Di dunia ini tidak ada faktor kebetulan, Tuhan Sang Sutradara Yang Maha Dahsyat telah mengatur segala hal di dunia ini dengan sangat baik. Dan karena Tuhan Maha Kasih, maka manusia diberi 'kebebasan' untuk memilih dan menentukan jalan hidupnya sendiri-sendiri, tidak seperti 'robot'. Namun, karena manusia sering egois, rakus, sombong bahkan suka berniat jahat, maka 'skenario' dari Tuhan menjadi berantakan.
Sebagian orang 'tidak mengerti dan memahami tujuan dari penciptaan dirinya hidup di dunia ini'.

Jika ada pertanyaan: "Untuk apa sih Tuhan menciptakan kita hidup di dunia ini?"
Lalu kita jawab apa???

Nahh..., jawaban dari pertanyaan itulah yang akan 'tercermin' dalam hati, pikiran, sikap, perkataan dan perbuatan keseharian diri kita. Bagaimana kita mengisi hidup ini? Bagaimana kita menjalani hidup ini?
Orang yang meyakini bahwa hidup ini untuk mengejar materi/ jabatan/ kekuasaan, maka akan terus mengejar itu.

Yang percaya bahwa hidup ini untuk mencari popularitas, maka akan terus mencari itu sepanjang hidupnya.
Yang tidak mau mencari tahu dan berusaha untuk mengerti maksud dan tujuan penciptaan dirinya di dunia ini, maka akan menjalani kehidupan ini apa adanya, tanpa makna, mengalir seperti air.
Yang memahami bahwa Tuhan menciptakan kita hidup di dunia ini untuk kebaikan, maka akan terus berusaha mengisi kehidupan ini dengan menabur kebaikan...

INILAH YANG AKAN MEMBEDAKAN KITA DIMATA TUHAN!
Jadi, untuk apa kita hidup di dunia ini???

DUA HARI TERPENTING DALAM HIDUP MANUSIA:
1. Hari saat kita dilahirkan
2. Hari saat kita tahu kenapa dilahirkan

HARI SAAT KITA DILAHIRKAN adalah anugerah Tuhan yang paling hebat karena kita diberi nafas kehidupan.

HARI SAAT KITA TAHU KENAPA DILAHIRKAN merupakan momentum yang paling indah bagi setiap pribadi, karena pada saat itulah kita mengerti dan memahami tujuan dari penciptaan diri kita sebagai 'wakil' Tuhan di muka bumi ini, yaitu berbagi kasih - hal positif, kebaikan, dan kebahagiaan dengan orang lain...

Sampai disini saja semoga kita bisa MEMAHAMI
Salam Sejahtera & Sukses Selalu!






HATI YANG BERCAHAYA
Seorang murid mendatangi Kiyainya dan bertanya, “ Saya sudah lama dzikir untuk membuka hati, apakah sekarang hati nurnaiku sudah terbuka...?”
Lalu guru tersebut menjawab, “ Anakku, pernahkan kamu menyakiti orang lain dengan lisanmu, lalu hatimu merasakan apa...?”
Murid tersebut menjawab, “ Hatiku sangat lega dan bahagia bisa menyakitinya, karena dia tidak suka denganku.”
Guru tersebut berkata, “ Berarti hati nuranimu belum terbuka, dzikirmu hanya sebatas lidah, belum masuk dan terpatri ke dalam hati.Terbukanya hati nurani itu ada tahapan-tahapanya:
Pertama: Ketika seseorang berbuat dosa lalu menyesalinya dan hatinya bingung dan resah lalu bertaubat.
Kedua: Seseorang yang akan melakukan perbuatan dosa, hatinya sudah resah dan bingung lalu dia membatalkan perbuatan dosanya.
Ketiga: Hati akan bersuara dengan jelas melarang seseorang untuk menjauhi perbuatan dosa, dan dia selalu mengikuti hati nuraninya.”
Dari Wabishah bin Ma’bad radiyallahu anhu, ia berkata:“Aku telah datang kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam, lalu beliau bersabda: “Apakah engkau datang untuk bertanya tentang kebajikan?”
Aku menjawab: “Benar”
Beliau bersabda: “Mintalah fatwa kepada hatimu. Kebajikan itu adalah apa-apa yang menentramkan jiwa dan menenangkan hati dan dosa itu adalah apa-apa yang meragukan jiwa dan meresahkan hati, walaupun orang-orang memberi fatwa kepadamu dan mereka membenarkannya.” (HR. Ahmad)





Sumber : CAHAYA GUSTI


 “Menangislah bila harus menangis Karena kita semua manusia Manusia bisa terluka, manusia pasti menangis, dan manusia pun bisa mengambil hikmah”
(Petikan lagu Dewa19) Sebagaimana petikan dari lirik lagu Dewa 19 di atas adalah wajar bila kita menangis, karena menangis adalah salah satu fitrah kemanusiaan. Pekerjaan pertama kita saat terlahir di dunia adalah menangis, ini menunjukan bahwa menangis adalah hal fitrah kemanusiaan, sehingga mamaksakan diri untuk tidak menangis berarti menampik fitrah kita sebagai manusia.

Dengan menangis, energi kemarahan dan kekesalan dan berbagai energi negatif lainnya yang diproduksi fikiran saat mengalami hal yang kurang menyenangkan lepas, keluar dari dalam diri kita. Seorang anak kecil yang terjatuh saat belajar berjalan atau karena hal-hal lainnya hal, akan menangis untuk melepaskan rasa kecewanya, setelah itu ia kembali nyaman dan kemudian tertawa dan berlari-lari kembali. Tangisan merupakan mekanisme alamiah yang Tuhan tetapkan dalam diri manusia baik laki-laki ataupun perempuan.

Menangis itu sehat.
Selama dan setelah menangis, pernafasan kita biasanya lebih “plong” dan lebih dalam, sehingga kadar oksigen dalam darah meningkat. Hal ini akan membuat mental dan fisik terasa lebih kuat. Melihat banyaknya manfaat dari tangisan, para peneliti di AS kini merekomendasikan terapi menangis
untuk orang-orang tertentu, terutama mereka yang punya kesulitan dalam mengekspresikan emosinya
Secara medis,menangis dianggap bisa menyembuhkan sakit dan meningkatkan kadar hormon adrenalin

Berdasarkan Sebuah penelitian yang dilakukan para ahli di Amerika Serikat menyebutkan, 9 dari 10 orang mengaku merasa lebih lega setelah menangis.

Tentang menangis ini Dr Simon Moore, psikolog dari London Metropolitan University menyatakan "Menangis adalah pelepasan emosi yang paling tepat saat kita tak bisa mengungkapkannya lewat kata-kata," kata.

Sementara itu Profesor William Frey, ahli tangis dari AS, berpendapat bahwa air mata yang dikeluarkan saat kita sedang emosional mengandung hormon endorphin atau stres sehingga bisa membuat perasaan lebih plong. Menangis juga diketahui bisa menurunkan tekanan darah dan denyut nadi.

Pada saat menangis, beban emosi yang tertahan akan muntah bersamaan dengan “sesunggukan” dan air mata.Endapan energi negatif akan terlepas ke alam semesta bersamaan dengan terurainya air mata. Saat itu pula system emosional–mental kita menyeimbangkan dirinya sendiri. Pikiran akan kembali berisi materi yang seimbang.

Menangis dalam Alqur`an
Setelah didahului dengan kisah tentang hijrahnya Bani Israil dari kejaran Fir`aun (Q.s. 44 :23-28), selajutnya Qur`an menyatakan dalam ayat berikutnya ( Q.S.23 : 29) ” maka langit dan bumi tidak menangisi mereka (orang-orang yang zhalim) , dan tidak pula mereka diberi penangguhan waktu.” berkenaan dengan ayat tersebut dalam sebuah pengajiannya Ustadz Bakrin salah seorang guru saya menyatakan bahwa dalam ayat ini disebutkan bahwa alam semesta tidak mau menangisi orang yang zhalim. Saat ditanyakan apakah artinya selain orang zhalim alam semesta menangisi mereka, ustadz menyatakan ”Ya.”

Tangisan merupakan mekanisme penyeimbang yang Tuhan ciptakan dan takdirkan atas makhluk-makhluknyadan seluruh semestaNya tak terkecuali manusia. Dalam fitrah kemanusiaannya, bahkan para Nabi pun tak luput dari menangis, tentang hal ini Qur`an menyampaikan kisahnya :
”Dan Ya`kub berpaling dari mereka (anak-anaknya) seraya berkata :” Aduhai duka citaku terhadap Yusuf.’ Dan kedua matanya menjadi putih karena kesedihan.”
Disamping itu, tangisan dapat pula dijadikan sebagai jalan untuk mengekspresikan rasa penyesalan kita, sebagai pernyataan revolusi diri, taubat atau berubah untuk menjadi makhluk yang lebih baik sebagaimana firmanNya dalam alQur`an :
” Maka hendaklah mereka sedikit tertawa dan banyak menangis.” ( Q.S: 9 :82 )

Itulah sebabanya barangkali mengapa para sufi seringkali menggunakan tangisan sebagai jembatan taubat mereka pada Ilahi, bagi mereka banyak tertawa dianggap sebagai suatu perbuatan yang akan mengeraskan hati,sementara banyakmenangis itu akan melembutkan hati, dalam konteks sufisme menangis merupakan suatu kendaraan menuju Tuhan Sang Pencipta.

Menangis bisa membuatmu kuat
Dalam istilah Sunda ada yang namanya “Ceurik Batin” atau “Menangis Batin”. Salah seorang guru silat saya pernah dihina keluarganya karena miskin, lalu ia menangis dan bermunajat pada Ilahi. Tangisan itu kemudian membuatnya bangkit. Ya, sebuah tangisan memang sering melahirkan inspirasi dan menguatkan mental. Energi spiritual yang dahsyat sering muncul manakala seseorang sudah bisa menangis. Seperti yang kang Anang (guru saya) alami. Menangis bisa membuatnya bangkit dari keterpurukan dan membuatnya kuat menghadapi berbagai kesulitan demi kesulitan hingga mencapai kemenangan yang diharapkan. Setahun setelah “Ceurik Batin”ini, ia bangkit sebagai seorang pedagang sukses dengan omset jutaan bahkan puluhan juta perhari.

Saat menangis, energy-energi negatif yang muncul dari rasa kecewa, rasa marah , pesimistis dan lain sebagainya, keluar dari tubuh kita bersamaan dengan meluapnya airmata kita, bersamaan dengan itu energy baru akan masuk dari alam semesta, itulah sebabnya tangisan itu bisa menguatkan diri kita.

Tersebutlah Imam Ali zainal `Abidin , seorang Imam ahlul bait yang terkenal banyak menangis. Putera Al Husein cucu Nabi Muhammad ini, menyaksikan langsung bagaimana ayahnya Al Husein dan saudara-saudaranya dibantai dan kemudian disembelih dihadapan wajah beliau di sebuah tempat bernama Nainawa (Kuffah) .Sejak peristiwa tersebut, beliau dikenal banyak menangis, dalam sebuah riwayat beliau bahkan menangis dalam keadaan sujud hingga berjam-jam, dari mulut ikhlasnya terucap sanjungan dan pujian pada ilahi, sebagaimana yang sebuah doa masyhur yang etrucap darimulut beliau ,” Ilahi…..banyaknya nikmat yang Engkau turunkan malah membuatku banyak lupa padaMu…. Berbagai kebaikan yang Kau curahkan malah membuat lidahku kelu untuk menghitungknya…Ilahi…. Bagaimana mungkin aku dapat bersyulkur padaMu sementara syukur kami padaMu membutuhkan sukur lagi…”.Saat ditawan oleh pasukan Yazid, beliau digiring sejauh berpuluh-puluh mil dari kota Kuffah ke Damaskus dalam kondisi berjalan tertatih-tatih penuh derita dan kehausan itu pun beliau masih tetap bersyukur, dengarlah jerit tangisnya di malam sunyi,” Ilahi….. inilah aku yang membalas berbagai kebaikan dari Mu dengan pembangkanganku.” Dalam penderitaan dan berbagai kesulitan hidupnya, beliau masih bersyukur pada Tuhan, sebuah pribadi yang teramat kuat.

Demikianlah, menangis itu bisa menguatkan diri kita. Karena itu menangislah pada Tuhanmu, biarkan Dia membasuh airmata di wajah anda. Dengan menangis anda akan lebih lega sehingga kekuatan spiritual anda akan terjernihkan kembali. Dan janganlah malu untuk menangis dihadapan Tuhan, karena bila anda menangis dan mengeluh dihadapan manusia anda hanya akan dianggap sebagai orang yang cengeng, tetapi bila anda menangis dihadapan penciptamu yang maha Kasih, maka Dia akan memahamimu dan memelukmu dengan penuh Kasih, akuilah kelemahanmu, maka Dia akan kembali menguatkanmu, akuilah ketidakmmampuanmu maka Dia akan membuatmu mampu.








DIMANAKAH SUMBER PENYAKITMU ?
Pembicaraan tentang dimanakah sumber penyakit memang tidak ada habis-habisnya, misteri seputar sumber penyebab penyakit masih menjadi perdebatan hingga saat ini.Dari berbagai wacana yang ada setidaknya ada dua mazhab atau aliran besar yang berkembang saat ini, kita sebut saja Kedokteran Barat dan Kedokteran Timur

Kedokteran Barat menurut Wikipedia adalah suatu system Ilmu kedokteran yang seperti dipraktekkan pada masa kini yang berkembang pada akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19 di Inggris (oleh William Harvey, abad ke-17), Jerman (Rudolf Virchow) dan Perancis (Jean-Martin Charcot, Claude Bernard). Disebut juga sebagai Ilmu kedokteran modern atau kedokteran "ilmiah" (di mana semua hasil-hasilnya telah diujicobakan) , Ilmu Kedokteran ini dibangun berdasarkan bukti (evidence-based medicine) , mereka hanya mempercayai apa yang mereka lihat (seeing of believing )

Sementara itu, kedokteran Timur adalah suatu system ilmu penyembuhan yang berkembang bahkan ribuan tahun sebelum masehi,yakni suatu system yang didasarkan atas ilmu kosmologi ketimuran, bahwa segala sesuatu itu saling berkatian satu samalain, dan bahwa apa yang tampak berasal dari sesuatu yang tidak tampak, penyakit yang kasat mata berasal dari fikiran-perasaan atau segala sesuatu yang tidak tampak.

Sebagai seorang praktisi kedokteran Barat yang kemudian “berhijrah”ke kedokteran Timur Ric A. Weinman sebagaimana yang ia tuliskan dalam bukunya yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan judul Tangan Anda Dapat Menyembuhkan ( Penerbit: Elex Media Komputindo) menceritakan tentang pengalamannya saat masih berpraktek sebagai dokter.Dalam buku tersebut ia menceritakan tentang bagaimana saat itu ia menangani pasiennya , seorang anak kecil yang menderita penyakit infeksi telinga , setelah diberikan anti biotik dosis rendah keluhan pasien pun hilang untuk beberapa lama.Beberapa bulan setelah itu pasien datang lagi mengeluhkan hal yang sama, kali ini pasien tidak lagi mempan dengan dosis sebelumnya, dosis obatpun harus ditambah.

Begitulah menurutnya system kedokteran barat dalam menangani penyakit, system kedokteran yang baru berkembang sekitar abad ke 18 ini berasumsi bahwa sumber penyebab penyakit adalah “sesuatu yang kasat mata” , sehingga dengan menghilangkan gejalanya “yang tampak ‘ atau kasat mata tersebut maka penyakit pun hilang.Dalam kasus infeksi telinga tadi system kedokteran barat berasumsi bahwa penyebabnya adalah karena adanya bakteri atau mikroorganisme yang berkembang biak di area pendengaran pasien, maka dengan menghilangkan bakteri atau mikroorganisme tersebut penyakitpun hilang.


Hal ini berbeda dengan cara pandang kedokteran Timur termasuk Reiki tentang penyakit, menurut asumsi system kedokteran Timur yang di Indonesia lebih populer dengan sebutan pengobatan alternatif ini, apa yang dipandang oleh kedokteran barat sebagai penyebab penyakit , mereka melihatnya hanya sebagai “gejala”nya saja.Sehingga dengan cara penangan medis ( kedokteran barat) yang hanya menghilangkan gejalanya saja , kesembuhan yang terjadi tidak permanen, penyakit pasien suatu saat akan kambuh lagi, ditangani lagi kemudian sembuh,dan kambuh kembali suatu hari nanti, begitu seterusnya, hingga suatu hari bakteri atau mikroorganisme dalam tubuh pasien yang dianggap sebagai penyebab penyakit tersebut akan resistent, kebal terhadap obat yang diberikan.

Kedokteran Timur atau pengobatan alternatif yang berkembang berabad-abad sebelum masehi di belahan bumi bagian Timur ini memandang manusia sebagai sebuah kesatuan yang utuh,jadi apa yang dianggap sebagai penyakit menurut aliran ini terjadi akibat adanya ketidak harmonisan dalam system energy di tubuh manusia yang kemudian muncul sebagai penyakit disekitar area yang bermasalah.Dalam kasus infeksi telinga tadi kedokteran Timur memandang bahwa penyebab sebenarnya adalah karena adanya gangguan atau ketidak harmonisan system energy pasien terutama di area telinga, akibatnya bakteri atau mikroorganisme dapat berkembang biak di sana,maka dengan memperbaiki system energy terutama di sekitar area telinga ,mekanisme alamiah tubuh untuk menghalau penyakit akan kembali aktif sehingga bakteri atau mikroorganisme tidak dapat hidup lagi di sana, maka pasien pun dinyatakan sembuh.

Semuanya berasal dari dalam diri kita sendiri !
Beberapa tahun belakangan ini sains kembali menguak berbagai penemuan yang membuktikan adanya fenomena keterkaitan antara fikiran dengan pemulihan kesehatan, salah satunya adalah penemuan ilmiah tim riset yang dipimpin oleh Donald Cole. Ahli kesehatan masyarakat dari Institut Kesehatan Kerja, di Toronto, Kanada ini bersama-sama dengan timnya selama satu tahun penuh mewawancarai dan menganalisis proses pemulihan 1.500 responden yang semuanya adalah karyawan yang menjalani rawat inap setelah tertimpa kecelakaan saat bekerja. Sebagaimana yang dilaporkan dalam Canadian Medical Association Journal edisi terbaru, responden yang memiliki sikap optimistis sembuh 25-30 persen lebih cepat dibanding responden lain yang memiliki kecenderungan mental negatif seperti pesimistis, sering menggerutu ,sering mengeluh dan sifat-sifat negatif lainnya. Hasil penelitian ini kembali membuktikan teori tentang pengaruh mentalitas terhadap sistem kekebalan tubuh. Orang yang memiliki kecenderungan sikap mental positif seperti lapang dada, perasaan gembira, optimistis memiliki daya tahan tubuh dan system pemulihan tubuh yang prima . Walhasil, ”Kesembuhan datang lebih cepat,” ujar Cole sebagaimana yang dilansir Web MD Health April 2002.

Saat seseorang berfikir negatif, seluruh system energy tubuh orang yang berfikir negatif tersebut akan menyerap energy buruk yang bersifat destruktif atau merusak , dan memancarkannya kembali ke seluruh tubuhnya dan lingkungan sekitarnya.dalam foto Kirlian, orang yang sering berfikir negative, stress, maupun depresi memancarkan aura yang redup, atau keabu-abuan.Sementara orang yang sedang berfikir positif dengan atau tanpa ia sadari sebenarnya ia sedang menyerap dan kemudian memancarkan kembali energy baik yang bersifat konstruktif yang jelas baik untuk kesehatan.

Tentang hal tersebut Saya pernah melakukan sebuah eksperimen kecil, dan saya sarankan anda untuk membuktikannya di rumah dengan eksperimen yang sama, yaitu dengan menyiapkan dua buah toples atau piring kecil yang masing-masing toples tersebut telah disediakan kapas basah di atasnya , toples yang pertama ditulisi kata positif atau cukup dengan symbol +, sementara toples yang kedua diberi tulisan negatif atau cukup dengan symbol -. 

Selanjutnya saya menyiapkan 20 butir kacang hijau yang kemudian dibagi menjadi dua kelompok, 10 butir kacang hijau yang pertama saya taruh di atas salah toples bertuliskan positif , 10 butir kacang hijau yang kedua ditaruh di atas toples lainnya yang bertuliskan negatif.

Setelah itu, saya sentuh toples yang bertuliskan positif selama 10 menit sambil membayangkan hal-hal positif yang pernah dialami , atau hal-hal menyenangkan yang dialami beberapa saat sebelumnya sambil mengekspresikan rasa bahagia tersebut dengan mengucapkan kata-kata positif antara lain ucapan hamdalah sebagai bentuk ungkapan syukur pada Sang Pencipta.Kemudian saya sentuh toples yang kedua selama 10 menit sambil membayangkan hal-hal kurang menyenangkan atau hal-hal yang menjengkelkan yang pernah dialami sambil mengekspresikannya dengan mengucapkan kata-kata negatif berupa umpatan kekesalan , antara lain saya berulang kali mengucapkan kata "sial.".
Selanjutnya keduanya saya beri perlakuan yang sama dengan air, udara dan sinar matahari yang cukup ,keesokan harinya saya ulangi lagi seluruh prosedur di atas.Walhasil pada hari ketiga saya menemukan pertumbuhan kecambah kacang hijau pada toples yang bertuliskan positif jauh lebih baik dan lebih pesat dibandingkan toples kedua yang bertuliskan negatif (-) 

Pembuktian tersebut dapat menjadi hujjah atau bukti argumentatif yang tak terbantahkan bahwa fikiran dan perasaan yang kita pancarkan memberi dampak pada alam sekitar apalagi tentunya diri kita sendiri, fikiran dan perasaan positif menghasilkan gelombang energi konstruktif yang dapat memberikan dampak positif pula bagi yang bersangkutan dan lingkungan sekitarnya ,sebaliknya fikiran negatif memancarkan energi bersifat destruktif yang kurang baik bagi kesehatan, dan berdampak kurang baik bagi diri dan lingkungan.

(diambil dari naskah saya yang terbaru,berjudul RAHASIA MENUJU KESEMBUHAN, inspirasi dan motivasi dan pencerahan spiritual bagi orang yang sakit )







Bangkitnya Suatu Kesadaran
Sebuah pengalaman salah seorang sahabat kita beliaou bercerita tenang perjalanannya dalam menjajaki sebuah spiritual yg asik kita baca bahwa yang betrsangkutan bercerita sepannang perjalannya yang dapat ditulis dalam blog ini bahwa pada Akhirnya, dengan berbagai pengalaman spiritual yang Dia alami takdir membawanya untuk berkontemplasi di sebuah tempat dekat pantai di kota Karawang, tepatnya daerah Pulo Bata, suatu petilasan bekas sebuah pesantren yang didirikan oleh Syekh Quro.Dalam meditasi dzikirnya usai shalat Dhuhur, tiba-tiba muncul suatu pemahaman akan keTuhanan dan alam semesta, suatu pemahaman yang muncul begitu saja bukan wisik gaib tetapi suatu pemahaman utuh yang muncu begitu saja dibenaknya...tuturnya.

terus ia bercerita dengan melanjutkannya katanya Begitupun saat saya menghadapi berbagai persoalan kehidupan , kasus-kasus pasien yang sedang kutangani ataupun berbagai permasalahan keagamaan, jawaban-jawaban selalu bermunculan di benakku , berkesinambungan , setiap kebuntuan selalu terpecahkan.Hal-hal tersebut selalu kudiskusikan dengan rekan-rekan pengurus Yayasan Kriya Semesta , ada yang sependapat tetapi ada pula yang belum dapat memahaminya, namun apa yang kualami ini ternyata dialami pula oleh Reiki master Rahadian Susila salah seorang pendiri Yayasan yang kami bina, ajaibnya lagi ternyata segala yang kufahami tentang Tuhan dan kesemestaan ternyata sejalan dan sesuai dengan apa yang selama ini difahami olehnya.Salah seorang rekan dari Universitas Islam Negeri Sunan Gunung jati Bandung mengistilahkan apa yang kami alami ini sebagai ilmu Ladunni, yakni ilmmu yang muncul tanpa dipelajari tetapi difahami begitu saja secara intuitif, namun hanya Tuhan Yang tahu.

Dari beberapa buku tentang teosofi Islam, Filsafat dan Tasawwuf seperti karya-karyanya Suhrawardi, Mulla Sadra, Ibnu Arabi, Imam Khomeini, dan Alamah Thoba-thobai akhirnya saya mengetahui bahwa konsepkonsep spiritual atau pemahaman-pemahaman teologis-falsafi yang saya fahami yang datang secara ”tiba-tiba” tersebut ternyata adalah konsep-konsep spiritual sebagaimana yang mereka fahami atau yakini.Termasuk filsafat ketuhanan yang sedemikian rumit , dapat saya fahami begitu saja walaupun secara sederhana dan dengan berbagai keterbatasannya hanya melalui kesadaran yang muncul begitu saja bukan melalui pencarian hakikat sebagaimana filsafat pada umumnya yaitu dengan proses pergumulan pemikiran yang panjang.

Hal ini ternyata pernah dialami juga oleh tokoh Sufi Suhrawardi sebagaimana pernyataan beliau,” Aku memahahaminya terlebih dahulu, barulah kemudian akalku menerima penjelasan rasionalnya melalui imu pengetahuin yang setelah itu aku pelajari.”

( diambil dari naskah saya yang ber judul : Membongkar Manfaat meditasi, panduan memasuki hening bagi pemula * belum diterbitkan.... klo ada penerbit yang minat ?!)



Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar tema oleh merrymoonmary. Diberdayakan oleh Blogger.