Articles by "PERIKANAN"

Tampilkan postingan dengan label PERIKANAN. Tampilkan semua postingan

BUDIDAYA IKAN BAUNG

Selamat sore menjelang malam sahabat
Barusan tadi saya ketemu salah seorang yang kebetulan pulang hhabisa mancing Ikan tiba2 ia bercerita soal hasil pancingannya dan secara panjang lebar akhirnya cerita soal Ikan Baung, Ia berencana ingin melakukan Budidaya Ikan Baung tersebut. Oleh karena itu saya teringat soal ikan baung maka munpung ada kesempatan yg baik ini saya akan membahas soal ikan baung siapa tahu dapat memberi manfaat melalui postingan di Blog saya ini.

Baiklah sahabat yang saya cintai kita lanjutkan soal Ikan baung ini Oke.
Dalam rangka peningkatan taraf hidup masyarakat, khususnya petani/nelayan, kegiatan budi daya ikan merupakan salah satu alternatif yang dapat ditempuh. Kegiatan budi daya beberapa jenis ikan, seperti ikan mas, nila, mujair, gurame, lele, dan patin sudah umum dikembangkan di masyarakat.

Salah satu jenis ikan yang sangat potensial untuk dibudidayakan adalah ikan baung. Ikan baung adalah sejenis lele (catfish) yang hidup di perairan umum, seperti sungai (dari hulu sampai ke muara) dan danau. Di Indonesia, ikan baung cukup populer dan amat digemari oleh konsumen, khususnya di Sumatra dan Kalimantankarena berdaging tebal dan memiliki rasa yang khas.

Usaha budi daya ikan baung tentu saja membutuhkan benih yang cukup dan bermutu. Ketersediaan benih yang cukup, selain untuk keperluan budi daya, dapat juga untuk cadangan benih di perairan umum, sehingga keberadaan ikan tersebut tetap lestari. Untuk itu, periLu diupayakan usaha pembenihan antara lain melalui teknik pemijahan ikan dengan sistem rangsang hormon.

Sub-Balai Penelitian Perikanan Air Tawar (BEAT) Palembang telah mencoba memijahkan ikan baung secara buatan sejak tahun 1983 yang dilanjutkan pada tahun 1991. Tahun 1999 BBAT Sukabumi dan BBI Rumbai (Riau) juga telah berhasil memijahkan ikan baung dengan rata-rata produksi 20.000 - 40.000 benih setiap pemijahan. Hasil ini menunjukan adanya titik terang yang dapat diterapkan oleh para petani ikan secara luas.

Kegiatan pembesaran ikan baung di karamba, terutama di Sumatra, Semenanjung Malaysia, dan Kalimantan, telah mulai dikembangkan. Hasil benih dari pembenihan buatan tersebut temyata belum juga memenuhi kebutuhan, sehingga sebagian benih ditangkap di alam yang kemudian diadaptasi dan dibudidayakan di karamba. Usaha pembenihan dan pembesaran ikan baung masih mengalami berbagai kendala, sehingga informasi tentang teknologi budi daya sangat diperlukan.

Sahabatku semua.....
Di Indonesia terdapat 9 famili ikan lele yang terdiri atas 142 spesies ikan. Tujuh famili di antaranya mempakan kelompok famili ikan yang hidup di air tawar, yaitu Aridae, Bagridae, Clariidae, Doiichthydae, Silluridae, dan Sisoridae.

Secara Taksonomi Ikan baung diklasifikasikan ke dalam Phylum Chordata, Kelas Pisces, Sub-kelas Teleostei, Ordo Ostariophysi, Sub-ordo Siluroidea, Famili Bagridae, Genus Macrones, dan Spesies Macrones nemurus CV. (Saanin, 1968). Menurut Imaki et al. (1978), ikan baung dimasukkan dalam Genus Mystus dengan spesies Mystus nemurus CV.

Sinonim Mystus nemurus adalah Bagrus nemurus CV., Bagrus hoevenii Blkr., Bagrus sieboldi Bikr., Hemibagrus nemurus Bikr., Macrones nemurus Gunther., Macrones bleekeri Volza., Macrones howony Popla., dan Macrones borga Popla (Weber and de Beaufort, 1965).

Di daerah Karawang, ikan baung dikenal dengan nama ikan tagih atau senggal, sedangkan di Jakarta dan Malaysia dikenal sebagai ikan bawon, senggal, singgah, dan singah (Sunda/Jawa Barat); tageh (Jawa); boon (Serawak); niken, siken, tiken, tiken-bato, baungputih, dan kendinya (Kalimantan Tengah); baong (Sumatra) (Weber and de Beaufort, 1965; Djajadiredja et al., 1977).

Sedangkan secara Morfologis Ikan baung mempunyai bentuk tubuh panjang, licin, dan tidak bersisik, kepalanya kasar dan depres dengan tiga pasang sungut di sekeliling mulut dan sepasang di lubang pemafasan; sedangkan panjang sungut rahang atas hampir mencapai sirip dubur. Pada sirip dada dan sirip punggung, masing-masing terdapat duri patil. Ikan baung mempunyai sirip lemak (adipose fin) di belakang sirip punggung yang kira-kira sama dengan sirip dubur. Sirip ekor berpinggiran tegak dan ujung ekor bagian atas memanjang menyerupai bentuk sungut. Bagian atas kepala dan badan berwama coklat kehitam-hitaman sampai pertengahan sisi badan dan memutih ke arah bagian bawah.

Baiklah sobat semua untuk lebih mendetailnya sahabat bisa membuka catatan suapaya lebih jelas silahkan dibuka dan baca......
Dan jika memang ingin mendownloadnya buat ilmu pengetahuan sialahkan klik dibawah ini


Demikian sampai disini dulu sobat semoga bermanfaat
Salam.........................

BUDIDAYA IKAN ARWANA
Selamat berjumpa kembali sahabat Luhkan Nusantara....apa kabar?? Baiklah sahabat untuk kesempatan yang kali ini penulis akan berbagi informasi pengetahuan yang saya rasa dapat bermanfaat buat kita semua kuhusunya Luhkan untuk menjadi bahan refernsi dalam pelaksanaan tugas di lapangan dan yg lebih umum lagi buat pelaku utama dan pelaku usaha dalam melaksanakan Budidaya Ikan sehingga dapat lebih baik dan maju guna terciptanya kesejateraan keluarga dan meningkatkan ekonomi. Pada postingan ini penulis akan membahas soal Ikan arwana dan jenisnya serta budidayanya.

Sepanjang waktu kepopuleran arwana di luar negeri dan dalam negeri memang cukup lama. Begitu trend memelihara arwana di dalam negeri meningkat ,bersamaan keluarnya peraturan tentang ikan cantik yang  perlu  di  lindungi  itu,sejarah  kehidupan  arwana  pun  menjadi berubah.

Arwana (Scleropages sp.) sebenarnya termasuk jenis ikan purba yang hingga kini belum punah. Banyak nama yang melekat padanya,diantara ikan siluk,ikan kayangan,ikan kalikasi,dan ikan kelasa.Bentuk badannya gepeng dan bersisik besar meliuk-liuk indah saat berenang di akuarium.Ditambah   tumbuhnya   dua   sungut   di   ujung   bibir   bawah membuat ikan ini mirip liong atau naga. Karena itu, tidak mengherankan jika sebagian masyarakat menyabutnya dengan kimliong atau ikan naga emas. Layaknya naga,arwanajuga dianggap sebagai symbol keberhasilan, keperkasaan, dan kejayaan.

Oleh karena itu mari kita pahami dan kita usahakan untuk mengetahui arwana dari berbagi jenis dan tingkat Budidayanya......

Oke sobat semua ........................
untuk lebih jelasnya silahkan buka disini dan jika ingin lebih tahu lagi silahkan di DOWNLOAD Utuk bacaan



Terima kasih

Salam.......

Selamat datangbdan selamat sore sahabat luhkann ……
Apa kabar disana, saya bergarap semoga sahabat semua dalam keadaan sehat wal afiat bersama keluaega tercinta. Sahabat Yang saya cintai Ikan Kakap amat terkenal  karena selain memiliki rasa yg enak juga memiliki kandungan gizi yang mantap.

Ada banyak varian ikan kakap yang di dunia, namun pada artikel ini kami akan membahas Kakap secara kesuluruhan karena biasanya masyarakat hanya memukul rata ikan ini sebagai Kakap saja. Berikut kami sajikan data tentang manfaat Kakap untuk kesehatan tubuh, serta kandungan gizi dan nutrisi apa saja yang terkandung di dalamnya.

1. Mencegah  kanker
Manfaat Ikan Kakap yang pertama yaitu dapat mencegah kanker, Kenapa begitu? Karena ikan ini bisa mendorong pertumbuhan dan regenerasi sel tubuh secara wajar. Kanker terjadi karena pertumbuhan sel yang buruk sehingga menyebabkan mutasi yang berlebihan, melebihi batas kewajaran

2. Mencegah gangguan jantung
Gangguan Jantung atau Kardiovaskuler rata-rata disebabkan karena gangguan sistem peredaran darah. Ingat lagi bahwa fungsi jantung ini memompa darah, bilamana darahnya saja sudah rusak, pembuluhnya saja sudah keriting dan kaku, bagaimana Jantung bisa bekerja dengan baik? Manfaat Kakap sebagai obat jantung patut anda lirik

3. Menjaga kesehatan tulang
Tulang manusia akan terus tumbuh hingga dirinya mencapai umur 21 tahun. Lepas dari itu, tulang masih tumbuh, hanya saja melambat. Bahkan memasuki umur 30 tahun, tulang sudah berhenti berkembang. Banyak obat-obatan, suplemen, dan susu yang memproklamirkan diri bisa menunjang kesehatan tulang. Tapi semua itu adalah makanan dan obat pabrikan yang tentu ada dosis dan efek sampingnya. Bahaya bila dikonsumsi dalam jangka waktu panjang, bisa membuat tubuh jadi ketergantungan. Oleh karena itu anda mulai membutuhkan alternatif makanan lain, seperti ikan Kakap misalnya.

4. Menjaga kesehatan mata
Vitamin A sangat baik untuk meningkatkan kesehatan mata. Ternyata vitamin ini juga terkandung dalam tubuh ikan Kakap. Maka dari itu, anda yang ingin bola mata tetap jernih, namun tidak suka makan wortel. Coba saja makan Kakap.

5.Mencegah penyakit batu ginjal
Batu Ginjal juga menjadi penyakit serius yang mematikan bila penanganannya terlambat. Pengkristalan sari-sari makanan di ginjal jumlahnya bisa puluhan bahkan ratusan. Ini membuat ginjal terhambat kerjanya. Maka dari itu dibutuhkan operasi bedah yang memakan banyak waktu. Sebelum terlambat, anda harus memikirkan solusinya, yang ternyata gampang saja, yaitu dengan Ikan Kakap

6. Mencegah penyakit Hipertensi
Hipertensi yaitu penyakit darah tinggi. Biasanya menyerang orang tua, namun tak menutup kemungkinan pemuda belia juga bisa terkena karena penyakit ini tergolong degeneratif. Namun seseorang yang menderita hipertensi karena keturunan tidak usah terlalu cemas, sebab anda mungkin jarang sekali merasa pusing, apalagi kalau makan Ikan Kakap. Karena ikan ini akan melancarkan sistem peredaran darah anda.

7.Mencegah terkena stroke
Stroke yang berarti juga kematian sistem syaraf, terutama syaraf motorik (pergerakan). Stroke bisa menyerang seluruh anggota badan, namun ada pula yang menyerang separuh tubuh. Penyebabnya lagi-lagi karena peredaran darah yang buruk sehingga jantung gagal memompa darah dan otak mengalami kerusakan karena tidak mendapat suplai oksigen dan nutrisi. Untuk mengatasi ini, makan saja 

8. Mencegah penyakit Aterosklerosis
Inilah manfaat terpenting dari Kakap, ternyata dia bisa mencegah aterosklerosis bahkan menyembuhkannya. Aterosklerosis adalah penyakit yang menyerang pembuluh darah, di mana pembuluh darah menjadi keras dan menyempit karena timbunan lemak jahat dan zat lain yang berbahaya.

9. Menurunkan nkadar lemak yg berlebihan
Fungsinya saja mencegah Aterosklerosis maka sudah pasti Ikan Kakap mampu menurunkan kadar lemak berlebih. Cara kerjanya dengan meluruhkan lemak itu, bagaikan teknik scaling pada karang gigi, lemak-lemak akan diberantas dengan HDL.

10.untuk Mencegah dan mengobati penyakit Osteoporosisi
Siapa yang tidak ingin tulangnya sehat dan kuat? Semua tentu ingin, terutama orang tua, kakek, dan nenek. Para lansia mendambakan tulang demikian, tapi sayangnya osteoporosis sudah terlanjur menggerayangi tubuh mereka. Satu-satunya cara adalah menekan dampak penyakit ini, salah satunya dengan mengonsumsi ikan Kakap. Sebab ikan ini mengandung kalsium dan fosfor yang amat baik menjaga kepadatan tulang



Nah itulah manfaat ikan kakap
Demikian sampai disini dulu semoga bermanfaat
Salam luhkan Nusantara




Tingkah laku ikan
          Tingkah laku ikan sangat erat berhubungan dengan metode penangkapan ikan.  Perlu dikuasai pengetahuan tentang reaksi ikan terhadap alat penangkapan ikan tertentu, juga pengaruh macam-macam umpan yang digunakan dalam perikanan pancing, tonda dan rawai.  Reaksi tingkah laku ikan terhadap sumber cahaya tertentu, terhadap rumpon, terhadap gelombang suara dan arus listrik.  Kesemuanya itu dapat dimanfaatkan untuk efisiensi operasi penangkapan ikan.

          Pemanfaatan sifat biologi ikan dalam menerapkan metode penangkapan yang tepat, dikategorikan ke dalam dua kegiatan utama, yaitu :
·         Mengontrol kebiasaan ikan, mempengaruhi, menarik perhatian atau menggiring kelompok ikan ke suatu daerah yang memungkinkan pengoperasian alat tangkap tertentu secara efektif dan efisien.
·         Pengontrolan peralatan tangkap, yang menyangkut persoalan bagaimana ikan dapat dikumpulkan atau diangkat dari dalam air ke atas kapal dengan suatu unit alat tangkap.

Sifat biologi ikan yang sudah dikenal dan dimanfaatkan sebagai dasar dalam metode penangkapan ikan adalah :
·         Sifat bergerombol (schooling species)
·         Tertarik pada cahaya (phototaxis positive)
·         Beruaya (migration)
-          Diurnal migration
-          Nocturnal migration
-          Tidal migration
-          Oceanic migration
·         Tersebar luas (wide dispersion)
·         Rakus (voracious)

·         Food habit and feeding habits


·         Living habitat

Fungsi Penyuluhan Perikanan
Eksplanasi Fungsi Menurut UU No. 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan  Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Fungsi sistem penyuluhan meliputi termaktub dalam Pasal 4, yaitu:
  1. memfasilitasi proses pembelajaran pelaku utama dasn pelaku usaha;
  2. mengupayakan kemudahan akses pelaku utama dan pelaku usaha ke sumber informasi, teknologi, dan sumberdaya lainnya agar mereka dapat mengembangkan usahanya.
  3. Meningkatkan kemampuan kepemimpinan, manajerial, dan kewirausahaan pelaku utama dan pelaku usaha.
  4. Membantu pelaku utama dan pelaku usaha dalam menumbuhkembangkan organisasinya menjadi organisasi ekonomi yang berdaya saing tinggi, produktif, menerapkan tata kelola berusaha yang baik, dan berkelanjutan.
  5. Membantu menganalisis dan memecahkan masalah serta merespon peluang dan tantangan yang dihadapi pelaku utama dan pelaku usaha dalam mengelola usaha.
  6. Menumbuhkembangkan kesadaran pelaku utama dan pelaku usaha terhadap kelestarian fungsi lingkungan
  7. Melembagakan nilai-nilai budaya pembangunan perikanan yang maju dan modern bagi pelaku utama secara berkelanjutan.

Fungsi penyuluhan
adalah menjembatani kesenjangan antara praktik yang biasa dijalankan oleh sasaran dengan pengetahun dan teknologi yang selalu berkembang menjadi kebutuhan sasaran tersebut.

Dengan demikian, penyuluhan dengan para penyuluhnya merupakan penghubung yang bersifat dua arah (two way traffic) antara :
a. pengetahuan yang dibutuhkan sasaran dengan pengalaman yang biasa dilakukan oleh sasaran;
b. pengalaman baru yang terjadi pada pihak para ahli dengan kondisi yang nyata dialami oleh sasaran. Karena itu, fungsi penyuluhan dapat dianggap sebagai penyampai dan penyesuai program nasional dan regional agar dapat diikuti dan dilaksanakan oleh masayarakat, sehingga program- program masayarakat yang disusun dengan itikad baik akan berhasil dan mendapat partisipasi masyarakat.


DASAR-DASAR PENYULUHAN PERIKANAN
Pengertian Penyuluhan Secara Umum Penyuluhan dalam arti umum adalah ilmu sosial yang mempelajarai sistem dan proses perubahan pada individu serta masayarakat agar dapat terwujud perubahan yang lebih baik sesuai dengan yang diharapkan. Penyuluhan, dengan demikian dapat diartikan sebagai suatu sistem pendidikan yang bersifat non formal di luar sistem sekolah yang biasa. Pendidikan bagi masyarakat sendiri, menurut Carter V (1995), adalah merupakan proses perkembangan pribadi, proses sosial, proses pengembangan keterampilan sesuai profesi serta kegiatan bersama dalam memahami ilmu pengetahuan yang tersusun dan dikembangkan dari masa ke masa oleh setiap generasi bangsa. Pendidikan masayarakat juga mengandung pengertian usaha manusia untuk meningkatkan kepribadian, keterampilan, dan pengetahuan agar dapat diserap atau dipraktekkan oleh masayarakat. Dengan mengacu pada pengertian diatas, penyuluhan adalah usaha mengubah perilaku seseorang dan keluarganya atau kelompoknya agar mereka mengetahui, menyadari, mempunyai kemampuan dan kemauan, serta tanggung jawab untuk memecahkan masalahnya sendiri dalam rangka kegiatan usahanya dan kehidupannya.
Agar dapat memperoleh wawasan yang lebih luas perlu dikemukakan beberapa istilah yang berkenaan dengan penyuluhan.
Pengertian penyuluhan dapat bermacam-macam, tergantung dari sudut pandang seseorang. Istilah-istilah yang berkenaan dengan penyuluhan diantaranya adalah :
 Dalam bahasa Belanda digunakan istilah Voorlichting yang berarti memberi penerangan untuk menolong seseorang menemukan jalannya. Istilah ini digunakan pada masa kolonial bagi Negara- negara jajahan Belanda

 Bahasa Inggris dan Jerman masing-masing mengistilahkan sebagai pemberian saran atau Beratung yang berarti seseorang pakar dapat memberikan petunjuk kepada seseorang tetapi seseorang tersebut yang berhak untuk menentukan pilihannya.
 Dalam bahasa Austria dikenal istilah ”Forderung” yang berarti menggiring seseorang ke arah yang diinginkan, kata mana mirip dengan istilah di Korea yakni bimbingan pedesaan.
 Bahasa Spanyol dikenal istilah ”Capacitacion” menunjukan adanya keinginan untuk meningkatkan kemampuan manusia yang dapat diartikan dengan pelatihan.
Penyuluhan Menurut Peraturan Perundang-undangan Dalam Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor : PER/19/M.PAN/10/2008, tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Perikanan dan Angka Kreditnya disebutkan bahwa Penyuluhan Perikanan adalah proses pembelajaran bagi pelaku utama serta pelaku usaha agar mereka mau dan mampu menolong dan mengorganisasikan dirinya dalam mengakses informasi pasar, teknologi, permodalan, dan sumberdaya lainnya sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, pendapatan, dan kesejahteraannya, serta meningkatkan kesadaran dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup.

Penyuluhan (Pertanian, Perikanan, Kehutanan) menurut UU No. 16 tahun 2006 adalah proses pembelajaran bagi pelaku utama serta pelaku usaha agar mereka mau dan mampu menolong dan mengorganisasikan dirinya dalam mengakses informasi pasar, teknologi permodalan, dan sumberdaya lainnya, sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas, efesiensi usaha, pendapatan dan kesejahteraannya, serta meningkatkan kesadaran dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup.

Asas Penyuluhan
1. Eksplanasi Asas Menurut UU No. 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Sesuai dengan Pasal
2, penyuluhan perikanan diselenggarakan berasaskan demokrasi, manfaat, kesetaraan, keterpaduan,

keseimbangan, keterbuakaan, kerja sama, partisipatif, kemitraan, berkelanjutan, berkeadilan, pemerataan, dan bertanggung gugat.

2. Eksplanasi Definitif
a. Yang dimaksud dengan ”penyuluhan berasaskan demokrasi” yaitu penyuluhan yang diselenggarakan dengan saling menghormati pendapat antara Pemerintah, pemerintah daerah, dan pelaku utama dan pelaku usaha lainnya.
b. Yang dimaksud dengan ”penyuluhan berasaskan manfaat” yaitu penyuluhan yang harus memberikan nilai manfaat bagi peningkatan pengetahuan, keterampilan dan perubahan perilaku untuk meningkatkan produktivitas, pendapatan dan kesejahteraan pelaku utama dan pelaku usaha.
c. Yang dimaksud dengan ”penyuluhan berasaskan kesetaraan” yaitu hubungan antara penyuluh, pelaku utama dan pelaku usaha yang harus merupakan mitra sejajar.
d. Yang dimaksud dengan ”penyuluhan berasaskan keterpaduan” yaitu penyelenggaraan penyuluhan yang dilaksanakan secara terpadu antara kepentingan pemerintah, dunia usaha dan masyarakat.
e. Yang dimaksud dengan ”penyuluhan berasaskan keseimbangan” yaitu setiap penyelenggaraan penyuluhan harus memperhatikan keseimbangan antara kebijakan, inovasi teknologi dengan kearifan masyarakat setempat, pengarusutamaan gender, keseimbangan pemanfaatan sumberdaya dan kelestarian lingkungan, dan keseimbangan antar kawasan yang maju dengan kawasan yang relatif masih tertinggal.
f. Yang dimaksud dengan ”penyuluhan berasaskan keterbukaan” yaitu penyelenggaraan penyuluhan dilakukan secara terbuka antara penyuluh dan pelaku utama serta pelaku usaha.
g. Yang dimaksud dengan ”penyuluhan berasaskan kerjasama” yaitu penyelenggaraan penyuluhan harus diselenggarakan secara sinergis dalam kegiatan pembangunan pertanian, perikanan, dan kehutanan serta sektor lain yang merupakan tujuan bersama antara pemerintah dan masyarakat.
h. Yang dimaksud dengan ”penyuluhan berasaskan partisipatif” yaitu penyelenggaraan penyuluhan yang melibatkan secara aktif pelaku utama dan pelaku usaha dan penyuluh sejak perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi.

i. Yang dimaksud dengan ”penyuluhan berasaskan kemitraan” yaitu penyelenggaraan penyuluhan yang dilaksanakan berdasarkan prinsip saling menghargai, saling menguntungkan, saling memperkuat, dan saling membutuhkan antara pelku utama dan pelaku usaha yang difasilitasi oleh penyuluh.
j. Yang dimaksud dengan ”penyuluhan berasaskan keberlanjutan” yaitu penyelenggaraan penyuluhan dengan upaya secara terus menerus dan berkesinambungan agar pengetahuan, keterampilan, serta perilaku pelaku utama dan pelaku usaha semakin baik dan sesuai dengan perkembangan sehingga dapat terwujud kemandirian.
k. Yang dimaksud dengan ”penyuluhan berasaskan berkeadilan” yaitu penyelenggaraan penyuluhan yang memosisikan pelaku utama dan pelaku usaha berhak mendapatkan pelayanan secara proporsional sesuai denagn kemampuan, kondisi, serta kebutuhan pelaku utama dan pelaku usaha.
l. Yang dimaksud dengan ”penyuluhan berasaskan pemerataan” yaitu penyelenggaraan penyuluhan harus dapat diselenggarakan secara merata bagi seluruh Wilayah Republik Indonesia dan segeap lapisan pelaku utama dan pelaku usaha.
m.Yang dimksud dengan ”penyuluhan berasaskan bertanggung gugat” yaitu bahwa evaluasi kinerja penyuluhan dikerjakan dengan membandingkan pelaksanan yang telah dilakukan dengan perencanaan yang telah dibuat dengan sederhana, terukur, dapat dicapai, rasional, dan kegiatannya dapat dijadwalkan.

Falsafah Penyuluhan
Pengertian falsafah adalah sebagai suatu pandangan hidup, yang merupakan landasan pemikiran yang bersumber pada kebijakan moral tentang segala sesuatu yang akan dan harus diterapkan dalam praktik. Falsafah penyuluhan harus berpijak pada pentingnya pengembangan individu dalam perjalanan pertumbuhan masayarakat itu sendiri. Ada empat hal penting yang harus diperhatikan oleh penyuluh sehubungan dengan falsafah penyuluhan tersebut, yaitu :
a. Penyuluh harus bekerja sama dengan masayarakat, dan bukan bekerja untuk masayarakat;
b. Penyuluh tidak boleh menciptakan ketergantungan, tetapi justru harus mampu mendorong kemandirian;
c. Penyuluhan harus selalu mengacu pada terwujudnya kesejahteraan hidup masyarakat;

d. Penyuluhan harus mengacu pada peningkatan harkat dan martabat manusia sebagai individu, kelompok, dan masyarakat umumnya.

Di Amerika Serikat, dikembangkan falsafah penyuluhan yang kenal dengan istilah 3T, yaitu seperti berikut.

Artinya, bahwa dalam penyuluhan harus mengandung unsur-unsur Keterangan:
 a. Pendidikan untuk mengubah pengetahuan, sikap dan keterampilan.
b. Membantu masyarakat agar mampu menolong dirinya sendiri, oleh karenanya harus ada kepercayaan dari masyrakat sasaran.
c. Belajar sambil melakukan sesuatu, sehingga ada keyakinan atas kebenaran terhadap apa yang diajarkan.

Tujuan Penyuluhan Perikanan
1. Eksplanasi Tujuan Menurut UU No. 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan   Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Sebagaimana yang termaktub dalam Pasal 3, Tujuan pengaturan sistem penyuluhan perikanan meliputi pengembangan sumberdaya manusia dan peningkatan modal sosial, yaitu
a. memperkuat pengembangan perikanan yang maju dan modern dalam sistem pembangunan yang berkelanjutan
b. memberdayakan pelaku utama dan pelaku usaha dalam peningkatan kemampuan melalui penciptaan iklim usaha yang kondusif, penumbuhan motivasi, pengembangan potensi, pemberian peluang, peningkatan kesadaran, dan pendampingan serta fasilitasi.
c. Memberikan kepastian hukum bagi terselenggaranya penyuluhan yang produktif, efektif, efisien, terdesentralisasi, partisipatif, terbuka, berswadaya, bermitra sejajar, kesetaraan gender, berwawasan luas kedepan, berwawasan lingkungan dan bertanggung gugat yang dapat menjamin terlaksananya pembangunan perikanan.
d. Memberikan perlindungan, keadilan, dan kepastian hukum bagi pelaku utama dan pelaku usaha untuk mendapatkan pelayanan penyuluhan serta bagi penyuluh dalam melaksanakan penyuluhan.
e. Mengembangkan sumberdaya manusia, yang maju dan sejahtera, sebagai pelaku dan sasaran utama pembangunan perikanan.

2. Eksplanasi Definitif
a. Yang dimaksud dengan ”pengembangan sumberdaya manusia” antara lain peningkatan semangat, wawasan, kecerdasan, keterampilan, serta ilmu pengetahuan dan teknologi untuk membentuk kepribadian yang mandiri.
b. Yang dimaksud dengan ”peningkatan modal sosial” antara lain pembentukan kelompok, gabungan kelompok, manajemen, kepemimpinan, akses modal, dan akses informasi.
c. Yang dimaksud ”terdesentralisasi” yaitu bahwa penyelenggaraan penyuluhan merupakan urusan rumah tangga desa atau unit kerja lapangan, kabupaten/kota,dan provinsi

d. Yang dimaksud ”partisipatif” yaitu bahwa penyelenggaraan penyuluhan melibatkan pelaku utama mulai dari perencanaan, pelaksanaan sampai dengan evaluasi.
e. Yang dimaksud dengan ”keterbukaan” yaitu bahwa penyelenggaraan penyuluhan dilakukan dengan prinsip transparansi sehingga dapat diketahui oleh semua unsur yang terlibat.
f. Yang dimaksud dengan ”keswadayaan” yaitu bahwa penyelenggaraan penyuluhan dilakukan dengan mengutamakan kemampuan penyuluhan sendiri.
g. Yang dimaksud dengan ”kemitrasejajaran” yaitu bahwa penyelenggaraan penyuluhan dilakukan berdasarkan asas kesetaraan kedudukan antara penyuluh, pelaku utama, dan pelaku usaha.
h. Yang dimaksud dengan ”bertanggung gugat” yaitu bahwa evaluasi kinerja penyuluhan dikerjakan dengan membandingkan pelaksanaan yang telah dilakukan dengan perencanaan yang telah dibuat dengan sederhana, terukur, dapat dicapai, rasional, dan kegiatannya dapat dijadwalkan.

Karena tujuan penyuluhan jangka panjang adalah terjadi peningkatan taraf hidup masayarakat, maka hal ini hanya dapat dicapai apabila masyarakat telah melakukan langkah-langkah sebagai berikut.
a. Better Farming, mau dan mampu mengubah cara-cara usaha dengan cara-cara yang lebih baik
b. Better Business, berusaha yang lebih menguntungkan, mau dan mampu menjauhi para pengijon, lintah darat, dan melakukan teknis pemasaran yang benar.
c. Better living, hidup lebih baik dengan mampu menghemat, tidak berfoya-foya dan setelah berlangsungnya masa panenan, bisa menabung, bekerja sama memperbaiki hygiene lingkungan, dan mampu mencari alternatif lain dalam hal usaha, misal mendirikan industri rumah tangga yang lain dengan mengikutsertakan keluarganya guna mengisi kekosongan waktu selama menunggu panenan berikutnya

Fungsi Penyuluhan Perikanan
Eksplanasi Fungsi Menurut UU No. 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan  Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Fungsi sistem penyuluhan meliputi termaktub dalam Pasal 4, yaitu:
a. memfasilitasi proses pembelajaran pelaku utama dasn pelaku usaha;
b. mengupayakan kemudahan akses pelaku utama dan pelaku usaha ke sumber informasi, teknologi, dan sumberdaya lainnya agar mereka dapat mengembangkan usahanya.
c. Meningkatkan kemampuan kepemimpinan, manajerial, dan kewirausahaan pelaku utama dan pelaku usaha.
d. Membantu pelaku utama dan pelaku usaha dalam menumbuhkembangkan organisasinya menjadi organisasi ekonomi yang berdaya saing tinggi, produktif, menerapkan tata kelola berusaha yang baik, dan berkelanjutan.
e. Membantu menganalisis dan memecahkan masalah serta merespon peluang dan tantangan yang dihadapi pelaku utama dan pelaku usaha dalam mengelola usaha.
f. Menumbuhkembangkan kesadaran pelaku utama dan pelaku usaha terhadap kelestarian fungsi lingkungan
g. Melembagakan nilai-nilai budaya pembangunan perikanan yang maju dan modern bagi pelaku utama secara berkelanjutan. Fungsi penyuluhan adalah menjembatani kesenjangan antara praktik yang biasa dijalankan oleh sasaran dengan pengetahun dan teknologi yang selalu berkembang menjadi kebutuhan sasaran tersebut.

Dengan demikian, penyuluhan dengan para penyuluhnya merupakan penghubung yang bersifat dua arah (two way traffic) antara :
a. pengetahuan yang dibutuhkan sasaran dengan pengalaman yang biasa dilakukan oleh sasaran;
b. pengalaman baru yang terjadi pada pihak para ahli dengan kondisi yang nyata dialami oleh sasaran. Karena itu, fungsi penyuluhan dapat dianggap sebagai penyampai dan penyesuai program nasional dan regional agar dapat diikuti dan dilaksanakan oleh masayarakat, sehingga program- program masayarakat yang disusun dengan itikad baik akan berhasil dan mendapat partisipasi masyarakat.

Sasaran Penyuluhan Perikanan
Berdasarkan UU No 16 tahun 2006, Pihak yang paling berhak memperoleh manfaat penyuluhan meliputi:
- Sasaran utama penyuluhan yaitu pelaku utama dan pelaku usaha.
o Pelaku utama kegiatan perikanan adalah nelayan, pembudidaya ikan, dan pengolah ikan.

o Pelaku usaha adalah perorangan warga negara Indonesia atau badan hukum yang dibentuk menurut hukum Indonesia yang mengelola sebagian atau seluruh kegiatan usaha perikanan dari hulu sampai hilir.

- Sasaran antara penyuluhan yaitu pemangku kepentingan lainnya yang meliputi kelompok atau lembaga pemerhati pertanian, perikanan, dan kehutanan serta generasi muda dan tokoh masyarakat.

Pada dasarnya sasaran penyuluhan adalah manusia biasa dengan segala keterbatasan dan kelebihan masing-masing, di mana secara umum kondisi yang demikian sangat mempengaruhi efektivitas penyuluhan. Beberapa hal yang perlu diamati pada diri sasaran penyuluhan adalah ada tidaknya motivasi pribadi sasaran penyuluhan dalam melakukan suatu perubahan.
Menurut Samsudin (1992), sasaran penyuluhan sebenarnya tidak hanya individunya saja, tetapi meliputi juga keluarganya, kelompok masyarakat yang terlibat langsung maupun tidak langsung dalam usahanya.
Tenaga Pelaku Penyuluhan Perikanan Berdasarkan UU No. 16 tahun 2006, yang dimaksud dengan tenaga penyuluh perikanan meliputi Penyuluh PNS, penyuluh swasta dan/atau penyuluh swadaya. Pada hakekatnya setiap orang yang mempunyai pengetahuan tentang perikanan dan mampu berkomunikasi dapat menjadi penyuluh perikanan. Pelaku penyuluhan perikanan meliputi :
a. Penyuluh PNS adalah Pegawai Negeri Sipil yang diangkat oleh pejabat yang berwenang dalam jabatan fungsional penyuluh.
b. Penyuluh Swasta adalah seseorang yang diberi tugas oleh perusahaan yang terkait dengan usaha perikanan, baik secara langsung atau tidak langsung melaksanakan tugas penyuluhan perikanan
c. Penyuluh Swadaya

Materi Penyuluhan Perikanan
Dalam UU Nomor 16 tahun 2006, disebutkan bahwa:
1. Materi penyuluhan dibuat berdasarkan kebutuhan dan kepentingan pelaku utama dan pelaku usaha dengan memperhatikan kemanfaatan dan kelestarian sumber daya pertanian, perikanan, dan kehutanan.
2. Materi penyuluhan sebagaimana dimaksud diatas berisi unsur pengembangan sumber daya manusia dan peningkatan modal sosial serta unsur ilmu pengetahuan, teknologi, informasi, ekonomi, manajemen, hukum, dan pelestarian lingkungan.
3. Materi penyuluhan dalam bentuk teknologi tertentu yang akan disampaikan kepada pelaku utama dan pelaku usaha harus mendapat rekomendasi dari lembaga pemerintah, kecuali teknologi yang bersumber dari pengetahuan tradisional.
4. Lembaga pemerintah pemberi rekomendasi wajib mengeluarkan rekomendasi segera setelah proses pengujian dan administrasi selesai.
5. Teknologi tertentu sebagaimana dimaksud diatas ditetapkan oleh Menteri.
6. Ketentuan mengenai pemberian rekomendasi pada materi penyuluhan dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang- undangan.

Hal Utama Dalam Penyelenggaraan Penyuluhan
Beberapa hal utama yang dilakukan dalam penyelenggaraan penyuluhan adalah sebagai berikut:
1. Mewujudkan sistem penyuluhan perikanan yang menjamin terselenggaranya penyuluhan perikanan secara produktif, efektif dan efisien, dinamis dan profesional
2. Mengembangkan model model penyuluhan perikanan partisipatif untuk membangun kemampuan pelaku utama dan pelaku usaha yang mandiri dan mampu menolong dirinya sendiri.
3. Menjadikan penyuluh perikanan sebagai konsultan serta mitra sejati pelaku utama dan pelaku usaha dalam pendampingan pengembangan kemampuan berusaha bisnis perikanan dalam rangka peningkatan ketahanan pangan, peningkatan nilai tambah, peningkatan daya saing yang akhirnya akan mampu meningkatkan pendapatan keluarga.
4. Memfasilitasi proses pembelajaran bagi pelaku utama dan pelaku usaha;
5. Mengupayakan kemudahan akses pelaku utama dan pelaku usaha ke sumber informasi, teknologi, dan sumber daya lainnya agar mereka dapat mengembangkan usahanya;
6. Meningkatkan kemampuan kepemimpinan, manajerial, dan kewirausahaan pelaku utama dan pelaku usaha;
7. Membantu pelaku utama dan pelaku usaha dalam menumbuhkembangkan organisasinya menjadi organisasi ekonomi yang berdaya saing tinggi, produktif, menerapkan tata kelola berusaha yang baik, dan berkelanjutan;




PEMBESARAN DI KOLAM TANAH DAN KOLAM TEMBOK

Pembesaran ikan merupakan suatu tahapan kegiatan budidaya yang bertujuan untuk menghasilkan lele konsumsi. Pembesaran lele dapat dilakukan di kolam tanah dan kolam tembok.

A. Pembesaran di Kolam Tanah
Hal yang perlu diperhatikan dalam pembesaran adalah persiapan kolam. Kolam disiapkan untuk wadah pembesaran hingga nantinya didapatkan lingkungan yang optimal bagi kehidupan ikan. Tujuan akhirnya agar ikan lele dapat hidup dan tumbuh maksimal. Persiapan kolam pembesaran lele pada umumnya meliputi pengeringan, pengolahan dasar kolam, pengangkatan lumpur hitam, perbaikan pematang dan saluran air, pengapuran, pemupukan, serta pengisian air kolam. 

1.       Pengeringan Pengeringan kolam bertujuan untuk membasmi hama dan penyakit, menghilangkan senyawa atau gas-gas beracun, serta untuk mengistirahatkan lahan. Proses pengeringan/penjemuran di dasar kolam dilakukan selama 3 – 7 hari, tergantung kondisi dan cuaca dan keadaan tanah. Pengeringan kolam dianggap selesai jika tanah dasar kolam menjadi retak-retak. 

2.       Pengolahan dasar kolam Selesai pengeringan, dasar kolam tanah perlu diolah. Pengolahan dasar kolam bertujuan untuk menggemburkan tanah, memungkinkan proses pengudaraan dalam tanah berlangsung sempurna, mempercepat berlangsungnya proses penguraian senyawa-senyawa organik dalam tanah, dan membuang gas-gas beracun supaya terlepas ke udara.  

3.       Pengangkatan lumpur hitam Tanah dasar kolam yang berlumpur, berbau busuk dan menyengat, serta berwarna hitam pekat, sebaiknya diangkat dan dibuang karena tiap tanah yang demikian itu sudah sangat asam. Lapisan tanah dasar kolam yang berwarna hitam tersebut dicangkul sedalam 5 – 10 cm, lalu diangkat dan dipindahkan ke pematang atau tempat lain di luar kolam. 

4.       Perbaikan pematang dan saluran air Perbaikan pematang perlu dilakukan jika ada yang rusak dan mencegah kebocoran pematang. Perbaikan pematang yang bocor dilakukan dengan menyumbat bagian yang bocor dengan tanah atau dengan ijuk. Sementara itu, perbaikan saluran dilakukan agar pemasukan air berjalan kancar. Perbaikan ini biasanya dilakukan pada saat pengeringan kolam atau bersamaan dengan pengangkatan lumpur. 


5.       Pengapuran Pengapuran bertujuan membunuh hama, parasit, dan penyakit ikan. Jenis kapur yang digunakan untuk pengapuran adalah kapur pertanian (CaCO3) atau dolomit dalam bentuk CaMg (CO3)2. Pemberian kapur disebar merata di permukaan tanah dasar kolam. Setelah pengapuran selesai, tanah dasar kolam dibalik dengan menggunakan cangkul. Jumlah kapur sekitar 60 – 200 gram/m2, tergantung kondisi pH tanah. Semakin rendah pH tanah maka kebutuhan kapur semakin banyak. 

6.       Pemupukan Pemupukan berguna untuk menyediakan media tempat tumbuh pakan alami dan unsur hara bagi plankton yang menjadi pakan bagi ikan lele. Pupuk yang sering digunakan terdiri dari kotoran yang sudah kering dari ternak besar (sapi, domba, atau kerbau) dengan dosis 150 g/m2, pupuk urea 15 g/m2, dan TSP 10 g/m2. Dosis tersebut disesuaikan dengan kesuburan kolam.  

7.       Pengisian air kolam Pengisian air kolam dilakukan setelah kegiatan pengapuran dan pemupukan selesai. Pengisian air kolam dilakukan dengan ketinggian air mencapai 40 – 50 cm dari dasar kolam. Waktu penebaran benih ikan, air kolam tetap dipertahankan pada ketinggian semula karena ukuran benih masih kecil. Ketinggian air kolam dinaikkan seiring dengan bertambahnya ukuran dan berat lele hingga ketinggian 100 – 150 cm, tergantung konstruksi dan ketinggian kolam.

                Setelah melalui tahapan persiapan kolam diatas, selanjutnya dilakukan penebaran benih. Padat penebaran benih yaitu jumlah ikan yang ditebarkan per satuan luas atau volume. Semakin tinggi padat penebaran benih, semakin intensif pemeliharaannya. Padat tebar benih lele di kolam tanah disesuaikan dengan ukuran kolam. Idealnya, untuk benih ukuran 3 – 5 cm kepadatan tebaran benihnya 500 – 1.000 ekor/m2. Untuk benih ukuran 5 – 8 cm bisa ditebarkan dengan kepadatan 200 – 500 ekor/m2. Sementara itu, benih ukuran 8 – 12 cm bisa ditebarkan dengan kepadatan 100 – 200 ekor/m2. 


B. Pembesaran di Kolam Tembok
Persiapan awal kolam tembok sebelum digunakan meliputi pengeringan, pembersihan lumpur dan kotoran, pengapuran, pemupukan, serta pengisian air kolam. Pengeringan untuk kolam tembok dianggap selesai jika dasar dan dinding kolam sudah kering dan tidak basah. Pengeringan dilakukan dengan menjemur kolam dibawah sinar matahari kira-kira 2 – 3 hari. Langkah selanjutnya adalah pembuangan lumpur hitam dam membersihkan kotoran yang menempel di dinding kolam. Pembuangan lumpur hitam dengan cara digelontor pakai air atau disedot dengan pompa diesel. Setelah itu, pengapuran dan pemupukan kolam. Pengapuran untuk kolam semen dengan cara dinding dan dasar kolam diberi kapur yang telah dicampur air. Kapur yang sering digunakan adalah kapur pertanian atau dolomit dengan dosis 60 – 200 g/m2. Sementara itu, pemupukan menggunakan pupuk kandang dengan dosis 200 – 500 g/m2. Kegiatan selanjutnya adalah mengisi kolam dengan ketinggian 40 – 50 cm. Padat penebaran benih ikan lele di kolam tembok ini berkisar 150 – 400 ekor/m3 air, tergantung sistem pembesaran yang dilakukan.


C. Pemberian Pakan
                Untuk hidup dan menjadi besar lele memerlukan pakan. Jenis, ukuran, dan jumlah pakan yang diberikan tergantung dari ukuran dan jumlah lele yang dipelihara. Ada dua jenis pakan yang paling disukai lele, yaitu pakan alami dan pakan buatan. Pakan alami merupakan mikroorganisme yang hidup di dalam air, seperti plankton, sedangkan pakan buatan adalah pakan yang dibuat oleh manusia atau pabrik. Meskipun demikian, pakan alami dapat dibuat dengan cara membudidayakannya. Disamping pakan tersebut, ada satu lagi jenis pakan yang dapat diberikan, yakni pakan alternatif. Pakan alternatif yang dapat diberikan kepada lele antara lain ikan rucah atau ikan-ikan hasil tangkapan dari laut yang sudah tidak layak konsumsi manusia, limbah peternakan ayam, limbah pemindangan ikan, dan daging bekicot atau daging keong mas.
                Karena lele tergolong karnivora atau pemakan daging, pakan yang diberikan, baik buatan maupun alai, harus mengandung daging. Pakan buatan seperti pellet biasanya telah mengandung daging yang berasal dari tepung ikan, dengan kandungan protein tidak kurang dari 30%. Pakan buatan dalam bentuk pellet diberikan pada lele yang telah berukuran agak besar, yakni 30 gram ke atas. Sementara itu, lele yang berukuran lebih kecil dapat diberi pelet, tetapi dalam bentuk tepung atau crumble yang ukurannya lebih besar daripada tepung. Ukuran pakan buatan yang diberikan disesuaikan dengan bukaan mulut lele. Semakin kecil bukaan mulut, semakin kecil ukuran pakan yang diberikan.
                Setiap hari pakan yang diberikan sebanyak 3-6 % bobot total ikan. Menjelang panen pakan dikurangi menjadi 2-3 %.
                Cara pemberian pakan ditaburkan secara merata agar semua ikan memiliki peluang yang sama. Frekuensi pemberian pakan 3-4 kali sehari. Pemberian pakan pada sore atau malam hari sebaiknya diberi porsi pakan yang lebih banyak. 

D. Pakan Buatan
                Jika bahan baku cukup tersedia sepanjang tahun, petani bisa membuat pakan sendiri secara perorangan atau kelompok. Pakan buatan yang dikeluarkan oleh pabrik dengan harga yang bervariasi dan tergantung dari kandungan proteinnya. 

1. Buatan pabrik Pakan yang diproduksi oleh pabrik dikenal dalam bentuk pellet dengan ukuran yang bervariasi. Saat ini negara kita cukup banyak pabrik yang memproduksi pelet. Protein yang terkandung dalam pelet juga bermacam-macam, tergantung dari pabrik yang memproduksinya dan jenis ikan yang akan mengkonsumsi pelet tersebut. Ada dua macam pelet, yakni pelet terapung dan pellet tenggelam. Pelet terapung adalah pelet yang jika diberikan kepada ikan, beberapa saat akan terapung di atas air kolam, sedangkan pelet tenggelam jika diberikan kepada ikan biasanya langsung tenggelam atau melayang beberapa saat di dalam air.

2. Buatan sendiri Pakan buatan sendiri, sepanjang bahan baku tersedia, dapat dibuat oleh pelaku utama atau kelompok pelaku utama. Peralatan yang digunakan cukup sederhana, yang penting adalah alat pencetak atau penggiling daging yang diputar dengan tangan. Sementara itu, bahan-bahan yang dibutuhkan harus mengandung protein, karbohidrat, mineral, dan vitamin. Protein dapat berasal dari dedak halus atau ampas tahu. Vitamin dan mineral jumlahnya tidak terlalu banyak dan bisa diperoleh di toko-toko yang menjual pakan ternak. 

E. Pakan Alternatif
                Pakan alternatif adalah pakan jenis lain yang dapat diberikan kepada ikan lele pada kegiatan pembesaran. Pakan tersebut bukan makanan buatan pabrik atau buatan petani, tetapi pakan yang dibuat dengan memenfaatkan sisa-sisa industri peternakan, limbah pemindangan, ikan rucah, atau berupa hama-hama yang menyerang tanaman padi, seperti keong mas. Kelemahan pakan alternatif terdapat saat pemberiannya, yakni kurang praktis jika dibandingkan dengan pakan buatan seperti pellet. 

1. Limbah peternakan
Bagi para petani lele yang lokasi budidayanya dekat dengan usaha peternakan ayam atau budidaya tersebut terpadu, yakni antara budidaya lele dan ayam, usaha pembesaran lele akan sangat menguntungkan. Hal ini disebabkan pakan yang dibutuhkan lele cukup dengan memanfaatkan limbah peternakan ayam tersebut. Pakan berupa bangkai ayam sebaiknya tidak diberikan secara langsung. Bulu-bulu ayam harus dibuang dengan cara dibakar atau direbus. Jika ayam yang akan diberikan terlebih dulu dibakar, dikhawatirkan bagian dalam perut daging ayam tidak akan masak, tetapi jika direbus, semua organ ayam akan masak, termasuk bagian dalamnya. Jika pakan banyak yang tersisa dan membusuk, kualitas air bisa menurun. 

2. Ikan rucah
Ikan rucah atau ikan-ikan hasil tangkapan dari laut yang tidak dikonsumsi manusia merupakan salah satu pakan yang disukai lele. Ikan rucah banyak sekali ditemui di daerah pantai, terutama di daerah yang dekat dengan pelelangan ikan. Harga ikan ini relatif murah dan terjangkau para pembudidaya lele. Jika berukuran kecil dan tidak banyak mengandung duri atau tulang, ikan rucah dapat diberikan langsung tanpa diolah terlebih dahulu. Namun, jika banyak mengandung tulang atau duri, sebelum diberikan ikan rucah harus direbus terlebih dahulu setengah masak untuk memisahkan daging dengan tulang atau durinya. Dedak halus dapat ditambahkan untuk menambah gizinya. Pakan selanjutnya ditebarkan secara langsung atau dengan cara disimpan menggunakan wadah, seperti ayakan yang ditempatkan beberapa buah di bawah permukaan air. 

3. Mogot
Ulat mogot adalah biokonversi dari bungkil kelapa sawit. Biokonversi adalah merubah bentuk dari produk/limbah produk/ampas agar mendapatkan nilai optimal melalui proses biologi. Penggunaan ampas kelapa sawit untuk dijadikan mogot dilakukan melalui proses fermentasi. Fermentasi ampas akan menarik lalat hutan (Hermetia illucens) meletakkan telurnya. Ulat mogot menetas dari telur-telur tersebut dan dijadikan pakan lele yang proteinnya sangat tinggi dan sangat disukai lele.



4. Keong mas atau bekicot
Pakan alternatif lain yang dapat diberikan kepada lele adalah daging keong mas atau daging bekicot. Kedua jenis hewan tersebut umumnya merupakan musuh para petani, karena menyerang tanaman padi milik para petani. Dengan demikian, sebetulnya memanfaatkan keong mas sebagai makanan ikan lele berarti ikut pula membantu petani dalam memberantas hama tanaman padi. Keong mas atau bekicot tidak dapat diberikan langsung, tetapi harus dipisahkan daging dengan cangkangnya terlebih dulu. Caranya cukup mudah, yakni dengan merebus keong mas beberapa menit di dalam wadah tertentu, kemudian satu per satu dagingnya dicongkel menggunakan alat yang runcing, sehingga terpisah dari cangkangnya. Cara lainnya dengan memecahkan cangkangnya, kemudian mengambil dagingnya. 

F. Penanggulangan  Hama dan Penyakit
Salah satu kendala yang sering dihadapi petani dalam budidaya lele adalah serangan hama dan penyakit. Kerugian yang ditimbulkan oleh serangan hama biasanya tidak sebesar serangan penyakit. Pencegahan merupakan tindakan yang paling efektif dibandingkan dengan pengobatan. Para petani yang baru bergerak dibidang budidaya lele, tentu akan mengalami kesulitan dalam menanggulangi serangan hama dan penyakit. Karena itu perlu tindakan pencegahan serangan hama dan penyakit. 

1. Penanggulangan Hama
Hama adalah organisme pengganggu yang dapat memangsa, membunuh, dan mempengaruhi produktivitas, baik secara langsung maupun secara bertahap. Hama ini biasanya memangsa telur hingga lele dewasa. Hama masuk ke dalam kolam lewat tiga cara, yakni lewat air (ikan liar, belut, katak), lewat darat (ular, katak), dan lewat udara (burung). Beberapa cara yang dilakukan untuk mencegah serangan hama :
a.       Pengeringan dan pengapuran kolam sebelum digunakan. Dalam pengapuran sebaiknya dosis pemakaiannya diperharikan atau dipatuhi.
b.      Pada pintu pemasukan dipasang saringan atau kain kasa agar hama tidak masuk ke dalam kolam.
c.       Untuk hama yang masuk lewat udara, pencegahannya dilakukan dengan memasang jaring di atas kolam.

Selain hama, gulma yang tumbuh di permukaan air kolam juga harus dibersihkan karena bisa menjadi saingan dalam memperebutkan unsur hara yang sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan plankton. Selain itu, gulma juga menghalangi masuknya sinar matahari dan menyulitkan saat pemanenan. 

2. Penanggulangan Penyakit
Penyakit dapat diartikan sebagai organisme yang hidup dan berkembang di dalam tubuh lele sehingga organ tubuh lele terganggu. Jika salah satu atau sebagian organ tubuh terganggu, akan terganggu pula seluruh jaringan tubuh lele. Kemudian penyakit akan timbul jika terjadi ketidak-seimbangan antara kondisi lele, lingkungan, dan patogen. Lele yang kondisi tubuhnya buruk, sangat besar kemungkinan terserang penyakit. Kondisi tubuh yang buruk dapat disebabkan berbagai hal, seperti terjadinya perubahan lingkungan secara mendadak yang membuat lele mengalami stress atau terjadi luka dan pendarahan pada tubuhnya.

Luka dan pendarahan dapat terjadi akibat penanganan yang kurang baik, terutama saat panen dan sistem pengangkutan yang kurang tepat. Demikian halnya dengan kondisi lingkungan. Jika lingkungan kurang baik, seperti kandungan oksigen di kolam rendah, ada gas beracun, atau terjadi pencemaran baik oleh limbah industri maupun rumah tangga. 

a. Penyakit akibat bakteri
Bakteri yang menyerang lele dumbo adalah bakteri Aeromonas dan bakteri Pseudomonas. Kedua bakteri yang bentuknya menyerupai batang berukuran sangat kecil ini menempel di kulit, mulut, dan sirip. Gejala penyakitnya adalah muncul luka di kulit dan lama-kelamaan akan bernanah. Lele yang terserang bakteri selalu muncul kepermukaan air dalam posisi vertikal atau tubuhnya berputar-putar dalam air. Jika tidak ditanggulangi, penyakit akibat bakteri bisa menyebabkan kematian massal.

Pengendalian penyakit akibat bakteri dilakukan dengan mencampur pakan dengan antibiotik seperti Chloramphe-nicol, Terramycin atau Oxsytetracycline. Dosisnya sebanyak 5-7,5 gram/100 kg pakan. Pemberian pakan yang telah dicampur antibiotik dilakukan selama 5-15 hari. Selain itu, penanggulangan penyakit akibat bakteri juga bisa dilakukan dengan menaburkan Furaltadone sebanyak 50 ppm/jam. Furaltadone sangat efektif karena cepat diserap oleh kulit dan insang sehingga bisa digunakan untuk pencegahan ataupun pengobatan lele dumbo yang terserang bakteri. 

b. Penyakit akibat jamur
Jamur Saprolegnia dan jamur Achyla sering tumbuh pada lele yang terluka. Kedua jamur ini bisa menyerang telur, larva, benih, dan lele dewasa. Gejala serangan jamur dapat diketahui dan tumbuhnya serabut seperti kapas di telur atau larva. Pada benih lele dumbo dewasa, serabut seperti kapas ini tumbuh di kulit, mulut, dna kumis. Gejala lele yang terserang jamur terlihat sering berputar-putar saat berenang.
                Untuk benih dan lele dumbo dewasa, pengendalian penyakit akibat jamur dilakukan dengan mencampurkan fungisida Malachite Green Oxalate sebanyak 0,05-0,1 ppm ke dalam air kolam. Sementara itu, untuk mencegah serangan jamur pada telur dan larva dilakukan dengan merendam induk betina ke dalam larutan Wescodyner dengan dosis 25 ppm. Perendaman dilakukan selama 5-10 menit, satu jam setelah induk betina di-stripping. Selain itu, perendaman juga bisa dilakukan menggunakan Malachite Green Oxalate yang bebas seng dengan dosis 0,10-0,20 ppm selama satu jam, atau dengan dosis 5-10 ppm selama 15 menit.  


c. Penyakit akibat parasit
Parasit penyebab penyakit pada lele adalah protozoa (jenis Costia, Chilodonella, dna Trichodina) dan trematoda (jenis Dactylogyrus dan Gyrodactylus). Gejala serangan parasit dapat diketahui dari munculnya lapisan lendir berwarna kelabu di kulit lele dumbo. Lele yang terserang penyakit sering terlihat muncul ke permukaan air dengan posisi vertikal atau terlihat menggesek-gesekkan tubuh dan kepalanya ke pinggiran kolam. Penyakit akibat parasit bisa menyebabkan kematian massal pada lele dumbo. Penanggulangannya dilakukan dengan mencampurkan formalin sebanyak 25 ppm ke dalam air kolam. 


Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar tema oleh merrymoonmary. Diberdayakan oleh Blogger.